Melandai, kasus aktif Covid-19 tersisa satu
METRO, Bitung- Penyebaran Covid-19 di Bitung terus melandai. Meski begitu, masyarakat diimbau tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan demi kepentingan bersama.
Demikian disampaikan Walikota Bitung Maurits Mantiri baru-baru ini. Ia menyampaikan hal itu dalam sebuah kegiatan bersama pimpinan dan anggota DPRD Bitung.
“Situasi saat ini sudah melandai. Penularan terus menurun sehingga situasi makin membaik. Tapi saya harap kita jangan lengah karena sewaktu-waktu ini bisa meningkat lagi,” ujarnya dalam kesempatan tersebut.
Maurits mengingatkan hal itu karena tak ingin ada gelombang baru penularan Covid-19. Terlebih dalam waktu dekat akan ada perayaan hari besar oleh sejumlah agama. Beberapa hari kedepan umat Kristen akan merayakan Paskah, dan setelah itu umat Islam akan merayakan Idul Fitri.
“Berkaca dari pengalaman momen seperti ini akan memicu gelombang baru penularan. Penyebabnya adalah aktivitas masyarakat yang meningkat selama menjelang dan perayaan hari besar keagamaan. Nah, kami tak ingin pengalaman itu terjadi di sini. Silahkan masyarakat beraktivitas seperti biasa memenuhi kebutuhan, tapi jangan lupa dengan protokol kesehatan. Tetap pakai masker, rajin cuci tangan dan jaga jarak,” pintanya.
Maurits menegaskan situasi yang melandai seperti ini adalah harapan semua pihak. Situasi tersebut akan berdampak pada kebangkitan perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, ia meminta semua pihak punya pemahaman yang sama terkait kondisi dimaksud.
“Jadi mari pertahankan kondisi sekarang dengan tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan. Bagi yang belum divaksin mohon secepatnya ambil bagian. Vaksin ini sudah terbukti memicu kekebalan kita dalam menghadapi penularan, terutama menghadapi gejala berat ketika kita tertular,” tuturnya.
Melandainya penularan Covid-19 di Bitung bisa dilihat dari data di Dinas Kesehatan. Dalam laporan harian kondisi epidemiologis per 12 April terungkap jumlah kasus positif aktif tersisa satu. Kasus aktif itu berada di Kelurahan Pinokalan, Kecamatan Ranowulu.
Selain itu, zona merah yang menggambarkan daerah paling rawan penularan juga sudah tidak ada. Tujuh dari delapan kecamatan sudah masuk ke zona hijau, menyisahkan Ranowulu yang masih berada di zona kuning. Demikian pula di tingkat kelurahan. 68 dari 69 kelurahan di Bitung masuk zona hijau, dan tersisa Pinokalan di zona kuning.
Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Bitung, Pitter Lumingkewas, membenarkan perihal data di atas. Ia mengakui kondisi epidemiologis Covid-19 di Bitung sudah sangat membaik.
“Dan ini bukan baru satu dua hari terakhir. Sejak beberapa minggu lalu penularan memang terus berkurang. Yang tinggi cuma di Bulan Februari, tapi begitu masuk Maret terus menurun,” katanya.
Pitter pun mengamini pernyataan Walikota perihal penerapan protokol kesehatan. Dikatakannya, di samping pemberian vaksin, protokol keseharan adalah kunci utama menekan penularan.
“Buktinya jelas, penularan terus menurun seiring makin banyaknya orang yang divaksin. Itu berarti herd immunity sudah mulai terbentuk. Nah, ditambah lagi dengan disiplin menjalankan prokes, maka virus ini pada akhirnya akan mati dan tidak menular lagi. Jadi dua hal itu yang harus kita lakukan,” tukasnya.(69)






