Pemkab dan Polres Bolmong Gelar Apel Operasi Ketupat Samrat

Asisten I Decker Rompas bersama Kapolres Bolmong AKBP DR Nova Irone Surentu SH MH, Kasat Pol PP Zulfadli Binol dan Kepala BPBD Sahril Mokoagow mengecek kesiapan pasukan.

METRO, Bolmong- Kepolisian Resort (Polres) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), menggelar apel pasukan Operasi Ketupat Samrat, Jumat (22/04) akhir pekan kemarin.

Diketahui, apel tersebut dipusatkan di Lapangan Kantor Sekretariat Kabupaten Bolmong, dipimpin Asisten I Deker Rompas SE MM, mewakili Bupati Bolmong Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow.

Bacaan Lainnya

“Apel ini sebagai kesiapan untuk pengamanan hari raya Idul Fitri,” kata Rompas.

Upacara yang diikuti pihak kepolisian, Satpol PP, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan diawali dengan pengecekan kesiapan pasukan.

Terpantau Asisten I Decker Rompas bersama Kapolres Bolmong AKBP DR Nova Irone Surentu SH MH, Kasat Pol PP Zulfadli Binol dan Kepala BPBD Sahril Mokoagow mengecek pasukan yang nantinya akan bertugas dalam pengamanan Idul Fitri.

Dalam kesempatan tersebut Asisten I saat membacakan sambutan Bupati Yasti Mokoagow, mengatakan, operasi ketupat merupakan pengamanan terhadap perayaan hari raya idul fitri. Untuk itu, pihak kepolisian maupun instansi terkait di Pemkab Bolmong seperti BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan harus bekerja ekstra untuk menciptakan kondisi yang aman dan nyaman bagi masyarakat terutama saat perayaan Idul Fitri.

“Jadi berbagai gangguan keamanan dan kenyamanan harus diantisipasi secepatnya,” harap Deker.

Sementara itu, Kapolres Bolmong AKBP DR Nova Irone Surentu SH MH, mengungkapkan kesiapan pasukan untuk pengamanan Idul Fitri. Katanya, ada 84 personil dibantu dengan instansi samping yang disiapkan dalam pengamanan idul fitri. Selain itu, Surentu juga mengungkapkan ada beberapa pos pengamanan yang dibangun di 6 lokasi di Kabupaten Bolmong.

“Pos tersebut adalah sentra pelayanan terpadu didalamnya sudah ada kepolisian, tenaga medis, BPBD maupun Dinas Perhubungan. Jika ada gangguan masyarakat bisa datang melapor di pos-pos terpadu tersebut,” tuturnya.(48)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan