Demam Babi Afrika Mewabah, Karantina Sulut Perkuat Pengawasan di Pintu Masuk Pelabuhan

KORANMETRO.COM- Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) belakangan ini kembali merebak di beberapa daerah.

Kondisi ini disikapi serius oleh Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Utara (Barantin Sulut).

Kepala Barantin Sulut, I Wayan Kertanegara, mengungkapkan bahwa salah satu daerah yang terdampak virus ASF cukup parah yakni Provinsi Papua Tengah, yang letaknya paling dekat dengan Sulut.

“ASF mewabah di Papua Tengah tepatnya di Nabire. Kami memperketat pengawasan di pintu masuk pelabuhan supaya penyebarannya tidak sampai ke Sulut,” ungkap I Wayan.

Selain itu, kata Wayan, pihaknya juga menerapkan biosecurity terkait lalu lintas hewan ikan dan tumbuhan. “Kami juga berkoordinasi dengan dinas setempat guna mitigasi dan melakukan pengawasan di tempat-tempat pemeliharaan babi, menjelang Nataru,” ujarnya.

Kata Wayan, pemerintah daerah (Pemda) sejauh ini belum melakukan pembatasan untuk ternak babi yang masuk dari luar Sulut. “Saat ini belum ada kebijakan pelarangan, mungkin disebabkan karena menjelang Natal dan Tahun Baru,” katanya.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan