KORANMETRO.COM- Puluhan sopir mikrolet di Kota Manado, kembali menggelar aksi demo penolakan terhadap beroperasinya bus Trans Manado.
Demo digelar di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara, di Jalan Raya Manado-Bitung, Kelurahan Kairagi, pada Kamis (29/01/2026).
Mikrolet dari jalur Paal Dua, Malalayang, Perkamil, Kairagi, Wanea, dan Banjer, dan Lapangan, beriring-iringan datang ke kantor DPRD Sulut membawa spanduk berisi seruan meminta kepada pemerintah kota agar segera menghentikan operasional bus Trans Manado.
Saat berorasi di hadapan anggota Komisi III Amir Liputo, dan Komisi I, Royke Anter, perwakilan pendemo, Makarius meminta pemerintah supaya meninjau kembali beroperasinya bus Trans Manado yang dinilai mengurangi pendapatan sopir mikrolet.
“Khususnya di jalur-jalur yang dilintasi bus tersebut. Permintaan kami untuk sementara tolong dihentikan operasionalnya,” ujar Makarius.
Menurut dia, sejak bus Trans Manado beroperasi, penghasilan para sopir turun jauh. “Kalau sebelumnya per hari mampu meraup Rp300-400 ribu, sekarang tinggal Rp 250 ribu,” ungkapnya.
Selain berdemo di DPRD Sulut, para sopir juga melakukan aksi di seputaran tugu Zero Point.(ian)






