KORANMETRO.COM- Warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) bersiap menyambut peringatan Jumat Agung dan Paskah.
Dua peristiwa suci ini diimani oleh umat Kristiani sebagai karya keselamatan yang dilakukan Yesus Kristus, demi menebus dosa umat manusia.
Menyambut dua hari besar ini, warga GMIM memasang ornamen-ornamen bertema Jumat Agung dan Paskah di sekitar lingkungan gereja ataupun kolom, berupa hiasan, lampion berbentuk salib.
Ada pula yang menjadikan area tertentu sebagai taman Paskah. Biasanya dibuat 2 pekan sebelum Jumat Agung dan Paskah.
Salah satu wilayah jemaat gereja yang punya desain taman Paskah unik, ada di GMIM Pniel Tuna Wawonasa, Wilayah Manado Wawonasa Kombos.
Tradisi menghias taman Paskah di GMIM Pniel Tuna Wawonasa, sudah berlangsung puluhan tahun.
Anggota jemaat di sana, mendesain taman Paskah sedemikian rupa menyerupai kondisi ketika penyaliban Kristus, 2000 tahun lalu. Ornamen dan hiasan taman dikerjakan secara gotong royong oleh anggota jemaat, umumnya kaum pemuda dan kaum bapak.
Ornamen dan taman Paskah dibuat berdasarkan waktu-waktu terakhir dalam hidup Kristus.
“Jemaat kerja bersama bangun ini. Umumnya kaum muda dan bapak-bapak. Soal dana kita patungan,” ujar Meidy, Pemuka Agama setempat.
Pendeta di GMIM Pniel Tuna Wawonasa, Pdt. Meggy Muntuan, mengungkapkan ornamen dan taman Paskah merupakan bentuk persiapan warga GMIM, dalam memaknai penderitaan Kristus yang telah menderita dan mati demi keselamatan manusia.
“Pemaknaan ini memberi semangat kepada orang-orang percaya untuk ada dalam aktifitas sebagai satu persekutuan gereja Tuhan dalam menjalani hidup beriman,” ungkap Pdt. Meggy.
Rangkaian peringatan Jumat Agung-Paskah GMIM sendiri sudah dimulai 6 minggu sebelumnya yang oleh warga GMIM disebut sebagai minggu-minggu Adven.
Selama 6 pekan umat mempersiapkan diri, menjaga hati dan pikiran bersih dari hal-hal negatif.
“Ini penting, supaya jemaat dibawa pada pemaknaan sengsara Kristus sebagai dasar hidup orang percaya,” katanya.(ian)






