KORANMETRO.COM- BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Sulawesi Utara, memprediksi peralihan musim hujan ke musim kemarau (pancaroba) akan terjadi sekitar bulan Mei-Juni 2026.
Selama fase perubahan musim nanti, BMKG memprediksi akan terjadi kondisi cuaca ekstrem berupa puting beliung, hujan deras disertai petir dan angin kencang
“Dalam kondisi tertentu bisa saja terjadi hujan es. Nah, ini bisa terjadi di musim masa transisi pancaroba,” ungkap Aris Yunatas, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Sulawesi Utara (Sulut).
Aris bilang, masyarakat dan pemerintah daerah (Pemda) di Sulut perlu mewaspadai masa pancaroba. Pasalnya, selama transisi musim, cuaca ekstrem sangat mungkin terjadi.
Menurutnya, Pemda perlu melakukan upaya-upaya mitigasi menjelang peralihan musim, misalnya dengan menebang pohon-pohon yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
“Pohon-pohon besar, apalagi yang ada di jalan-jalan utama sebaiknya dipangkas. Karena kalau patah atau tumbang kena angin kencang bisa menyebabkan musibah. Misalkan kendaraan kena batang pohon yang cukup besar sehingga menimbulkan korban,” tutur Aris.
Katanya, tahun ini musim kemarau di Sulut diprediksi datang lebih cepat pada awal Juni 2026, dan akan berlangsung hingga bulan Agustus.
“Musim kemarau Normalnya jatuh di bulan Juli. Nanti kami perkirakan puncaknya untuk musim kemarau di bulan Agustus dengan durasi musim kemarau itu kurang lebih sekitar 3 sampai 5 bulan,” kata Aris.(ian)






