Pengusaha Tahu Tempe di Manado Keluhkan Mahalnya Bahan Baku, Plastik Naik 100 Persen

KORANMETRO.COM- Kenaikan biaya produksi dialami produsen tempe dan tahu. Pasalnya, harga bahan baku utama berupa kedelai dan plastik naik cukup tinggi.

Kondisi ini dikeluhkan para pengusaha tahu-tempe di daerah.

Hal serupa juga dialami pengusaha di Kota Manado Sulawesi Utara. Beberapa dari mereka mengeluhkan mahalnya bahan baku berupa kedelai dan plastik.

“Kalau kedelai kenaikannya sekitar 30 persen. Dari harga lama 9 ribuan sekarang naik jadi 12 ribuan. Kalau plastik yang naik cukup tinggi sekitar 100 persen kenaikannya,” ujar Trio Saputro, pengusaha tahu-tempe di Buha, Sabtu (11/4/2026).

Trio menilai, kenaikan harga tahu saat ini tidak terlalu signifikan, tapi katanya kenaikan harga plastik sangat memberatkan pengusaha.

“Memang sangat luar biasa kenaikan harga plastik yang mencapai 100 persen. Itu sangat menyusahkan kami karena pengeluaran jadi naik dua kali lipat. Yang tadinya harga Rp6 juta per 100 kg, sekarang sudah naik Rp12 juta,” ucap Trio.

Ia menduga, kenaikan harga bahan baku saat ini disebabkan penutupan Selat Hormuz, dampak konflik geopolitik di Timur Tengah. Pasalnya, kedelai diambil dari Amerika sedangkan plastik dari Timur Tengah.

“Bahan baku kita, yaitu kedelai dari Amerika. Makanya kedelai ini saya lihat kalau memang banyak kedelai yang ada di Indonesia, cuma alangkah baiknya kita pakai kedelai Amerika. Dengan mutu yang bagus, bahan juga bagus, bisa awet 2 sampai 3 hari,” tutur Trio.

Dampak kenaikan harga bahan baku, beberapa pengusaha terpaksa menaikkan harga produk demi menutupi ongkos produksi. Ada pula yang tidak menaikkan harga namun menyiasatinya dengan mengurangi ukuran tahu-tempe.

“Itu kan beda-beda sistem pemasaran. Kalau pabrik lain mereka menaikkan harga. Kalau saya hanya mengurangi dari segi ketebalan sama ukuran. Harga tetap sama karena melihat juga dari sistem semua bahan-bahan naikan,” kata Trio.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan