METRO, Bitung- Vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 12 hingga 17 tahun mulai bergulir. Di Bitung, lebih dari 300 anak yang semuanya pelajar mengikuti vaksinasi pada Senin (05/07) kemarin.
Pemberian vaksin bagi anak usia remaja sebelumnya diputuskan oleh pemerintah pusat. Keputusan itu diambil setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan rekomendasi mereka. Alhasil, khusus Provinsi Sulut vaksinasi bagi remaja itu serentak dicanangkan mulai kemarin.
Pencanangan vaksinasi bagi anak usia 12 hingga 17 tahun di Bitung dipusatkan di SMA Negeri 2 setempat. Sedianya cuma 200 anak yang akan mengikuti, belakangan jumlahnya membengkak hingga lebih dari 300. Mereka menerima vaksin Sinovac dosis pertama dari vaksinator Puskesmas Bitung Barat.
Walikota Bitung Maurits Mantiri memantau langsung kegiatan itu. Ia didampingi Ketua TP-PKK Bitung Rita Mantiri-Tangkudung, Plt Asisten II Setda Bitung Benny Lontoh, Plt Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Bitung Pitter Lumingkewas, serta Kepala SMA Negeri 2 Bitung Vonny Tumundo.
Sebelum vaksinasi berlangsung, mereka terlebih dahulu mengikuti pencanangan tingkat Provinsi Sulut yang dilaksanakan secara virtual. Pencanangan itu dipimpin langsung Gubernur Olly Dondokambey.
Maurits memberikan keterangan pers di sela-sela pemantauan. Ia mengungkapkan jika saat ini animo masyarakat untuk divaksin begitu tinggi. Kondisi itu kata dia, berujung pada kebutuhan vaksin yang terus meningkat dari hari ke hari.
“Sekarang kami harus bolak-balik Manado untuk minta jatah vaksin. Dinas Kesehatan Provinsi cuma memberikan 5.000 dosis per harinya. Jumlah itu cuma untuk satu hari karena sekarang per harinya ada lebih 3.000 warga yang ingin divaksin,” bebernya.
Kondisi itu menurut Maurits, harus disikapi dengan tepat oleh Dinas Kesehatan Pemprov Sulut. Terlebih saat ini sasaran pemberian vaksin sudah meluas karena anak-anak 12 hingga 17 tahun sudah diizinkan menerima vaksin.
“Makanya tadi di pencanangan saya minta bantuan Pak Gubernur. Saya laporkan kondisi yang kita alami dan berharap ada penambahan jatah vaksin,” katanya.
Lebih lanjut, Maurits membeber jumlah anak usia 12 hingga 17 tahun yang jadi sasaran pemberian vaksin. Berdasarkan data kata dia, ada lebih dari 30 ribu anak yang masuk kategori itu. Mereka terdiri dari pelajar SMA, SMP hingga SD.
“Karena itu kita sudah menyiapkan teknis pemberian vaksin bagi mereka. Targetnya per hari ada sekitar 300 anak supaya tidak terjadi kerumunan. Dan itu artinya kita butuh minimal 100 hari hanya untuk pemberian dosis pertama,” terangnya.
Terpisah, Pitter Lumingkewas membeber jumlah anak-anak yang kemarin menjalani vaksinasi. Dari 35 vial vaksin Sinovac yang disiapkan, yang terpakai hanya 31 vial. Itu artinya ada sekitar 300 anak yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Data yang didapat ada 304 pelajar. Yang mendaftar lebih dari itu tapi yang bisa divaksin tidak semua,” ujarnya.
Pitter pun menjelaskan mengapa vaksin Sinovac yang dipakai dalam kegiatan tersebut. Dikatakannya, hal itu mengacu dari rekomendasi yang dikeluarkan oleh BPOM.
“Kita ikut rekomendasi saja. Mungkin vaksin yang lain juga bisa tapi belum melalui tahapan. Jadi tunggu saja nanti,” tukasnya.(69)






