METRO, Sangihe- Di tengah suasana Natal dan menyambut Tahun Baru 2022, sejumlah pedagang yang menempati pasar Trikora dikejutkan dengan secarik kertas dari Pemerintah Daerah (Pemda) Sangihe untuk segera mengosongkan lokasi yang ditempati saat ini karena akan dilakukan pembongkaran pada, Minggu (02/01) lalu. Sontak hal ini membuat para pedagang bingung karena tidak ada pemberitahuan bakal dilakukan pembongkaran saat perayaan tahun baru.
“Apalagi kami diperintahkan untuk mengosongkan tempat yang kami tempati puluhan tahun ini di hari Minggu, saat semua kaum Nasrani menjalankan ibadah. Dimana rasa kemanusiaan pemerintah? Mestinya ada waktu satu-dua Minggu bagi kami untuk mengosongkannya, Jangan seperti ini,” ujar salah satu pengusaha pemilik Ruko di Trikora, Yongki Darius Mogi yang diaminkan pedagang lainnya.
“Pada prinsipnya kami kami mendukung program pemerintah, hanya saja disayangkan rapat pertama dan kedua dibilang katanya ada rapat lagi yakni rapat ketiga. Tapi ternyata itu tidak dilakukan dan malam kami menerima surat pada tanggal 31 Desember sekitar pukul 12.00 siang dengan bunyi harus dikosongkan sampai dengan tanggal 3 Januari. Sementara tanggal itu masih suasana hari raya, masa kita harus kerja?,” sambungnya.
Dirinya pun berharap, kedepan saat bangunan yang direncanakan akan dibangun dilokasi ini (Trikora), kiranya pedagang yang bertahun- tahun yang menempati nya harus jadi prioritas.
“Jadi jangan lagi ada jual beli bawah tangan untuk mendapatkan kios baru nanti, prioritas bagi pedagang lama dan ini menjadi harapan kami,” ujar Ko Long sapaan akrab Yongki Mogi.(km-01)






