METRO, Manado- Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) pada tahun 2021 tumbuh sebesar 4,16 persen.
“Secara umum, hal ini disebabkan oleh situasi perekonomian yang sudah mulai membaik di tahun 2021 setelah pada tahun 2020 mengalami pukulan yang hebat akibat dampak pandemi COVID-19,” ujar Kepala BPS Sulut, Asim Saputra, saat menyampaikan perkembangan pertumbuhan ekonomi Sulut secara daring, Senin (7/2).
Dijelaskan Asim, dari sisi produksi, sebanyak 16 lapangan usaha tumbuh positif, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 12,72 persen.
“Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang terpuruk secara dalam pada tahun 2020 menunjukkan pertumbuhan tertinggi pada tahun 2021, yakni sebesar 12,72 persen,” katanya.
Pertumbuhan yang baik ini, kata Asim adalah dampak dari semakin membaiknya situasi pandemi COVID-19 yang menyebabkan aktivitas masyarakat meningkat dan berpengaruh pada kegiatan ekonomi yang berangsur normal, tidak terkecuali aktivitas di sektor pariwisata.
“Permintaan akan jasa penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum semakin meningkat menyusul banyaknya kegiatan MICE yang diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun swasta serta acara lainnya seperti family gathering, pernikahan, dan lainnya, serta kembali normalnya jam operasional restoran dan kafe,” jelas Asim.
Selain lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum, menurut Asim lapangan usaha industri pengolahan dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial juga menunjukkan pertumbuhan yang tinggi, masing-masing sebesar 8,92 persen dan 8,10 persen.
“Ekspor produk unggulan Sulawesi Utara yaitu HS 15 komoditi lemak dan minyak hewani yang mengalami peningkatan ekspor yang cukup signifikan selama tahun 2021 menyebabkan lapangan usaha Industri pengolahan tumbuh baik,” terangnya.
Selanjutnya, Asim menyebut, terus meningkatnya kebutuhan akan tes COVID-19 untuk berbagai keperluan, seperti untuk syarat perjalanan dan kebutuhan screening dan masih berlanjutnya vaksinasi dosis 1 dan 2 serta dosis booster di wilayah Sulawesi Utara mendorong lapangan usaha jasa kesehatan mengalami pertumbuhan positif.
Ia mengatakan, struktur PDRB Sulawesi Utara menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada tahun 2021 didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; konstruksi, industri pengolahan dan transportasi dan pergudangan.
“Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara tahun 2021, konstruksi memiliki sumber pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 0,91 persen,” pungkas Asim.(71)






