Pemuda Manganitu Ditemukan tak Bernyawa di Laut

Ilustrasi

METRO, Sangihe- Naas nasib yang menimpa Fanderson Karaeng (20) warga Desa Karatung 2, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pemuda yang sehari-hari sebagai nelayan tersebut ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di laut, Kamis (20/04) siang sekitar pukul 16.17 WITA.

Dari informasi yang berhasil dirangkum harian ini menyebutkan, peristiwa tersebut bermula saat adanya postingan di media sosial dari kerabat korban yang menginformasi hilangnya seorang pemuda berusia 20 tahun lelaki Fanderson Karaeng.

Bacaan Lainnya

“Minta tolong yang posisi ada perahu mo baku cari akang torang pe ade Fanderson Karaeng ada ba jubi di napo muka Tawoali nyanda muncul ke permukaan. Sekarang torang keluarga dalam pencarian dengan perahu seadanya. Tolong share,” tulisnya kerabat korban tersebut di akun facebook.

Saat itu juga keluarga, Polsek Manganitu, Kecamatan serta warga sekitar, melakukan pencarian di seputar laut Tawoali. Akhirnya sekitar pukul 16.17 WITA korban ditemukan namun sudah tidak bernyawa di dalam laut tak jauh dari posisi awal.

Sesuai penuturan keluarganya, korban bersama adik perempuannya Jellyana Karaeng pergi memanah ikan mengunakan perahu sekitar pukul 09,30 Wita.

“Mereka berdua (korban dan adiknya, red) lewat di depan rumah pagi sekitar jam sembilan,” kata saudara korban.

Adik perempuan korban tetap berjaga berada di atas perahu, sedangkan korban turun dalam laut untuk mencari ikan. Sekitar pukul 15.00 Wita adik korban terkejut melihat panah dan ikan muncul dipermukaan air. Namun kakaknya tidak muncul.
Setelah menunggu kakanya yang tak kunjung muncul, Jelly pun panik dan memutuskan kembali dengan perahu ke pantai untuk meminta pertolongan kepada keluarga.

Setibanya di pantai Wanita tersebut bertemu dengan ayah korban bersama saudara Christian karaeng. Saat itu juga mereka langsung menyusul ke laut untuk mencari korban dan melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan serta Polsek Manganitu.

“Saya dan ayah korban yang lebih dulu sampai di lokasi. Atas bantuan dari semua pihak adik kami ditemukan tidak jauh dari spot awal ketika dia memanah ikan dan sudah tidak bernyawa, sekitar pukul 16.00 Wita,” ungkap Christian.

Kapolsek Manganitu, Iptu Nuryani Kampungbae ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Setelah mendapat informasi, Kapolsek bersama dengan anggotanya mendatangi lokasi kejadian dan melakukan koordinasi dengan puskesmas Manganitu serta pihak keluarga.

“Jadi memang benar adanya pencarian lelaki Fander yang hilang ketika sementara memanah ikan dan ditemukan sudah tewas di laut seputar desa Tawoali. Keluarga korban menolak untuk dilakukan outopsi,” tegas Kapolsek.(km-01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan