KORANMETRO.COM- Umat Konghucu Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek 2567 Kongzili, pada Minggu (22/2/2026), di Graha Gubernuran Sulut.
Perayaan Hari Raya Imlek 2567 Kongzili diikuti ratusan umat Konghucu dari semua kelenteng yang ada di Sulawesi Utara.
Hajatan ini dimeriahkan penampilan barongsai musik bambu, kolintang, erhu, guzheng music tradisional china, tarian katreli, tarian budaya china.
Suasana toleransi begitu terasa pada Puncak Perayaan Tahun Baru Imlek 2577. Pasalnya, hajatan ini dirangkaian dengan buka puasa bersama umat muslim di Kota Manado. Selain itu, hadir juga perwakilan semua agama di Indonesia, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha.
Ketua Majelis Tinggi Konghucu Sulut, Wensi Pon Riano Baggy, mengungkapkan tema perayaan Hari Raya Imlek pada tahun ini yaitu Kalau Ada Keadilan, Tiada Persoalan dalam Kemiskinan, bermakna, bahwa keadilan dilihat sebagai penataan yang proporsional sehingga setiap pihak memperoleh bagian yang layak sesuai kebutuhan.
“Marilah kita jadikan momen perayaan Imlek 2577 sebagai panggilan moral bagi kita semua untuk kita lebih bertindak adil, berlandaskan kebajikan, dan untuk menjalani kehidupan menjadi berkat bagi diri kita maupun bagi orang lain,” ujar Pon Riano.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, dalam sambutannya mengatakan kerukunan umat beragama di Sulawesi Utara menjadi contoh bagi daerah lain.
“Inilah kerukunan umat beragama di Sulawesi Utara. Saya berharap di tahun baru Imlek 2577 Kongzili ini kita tetap menjaga kerukunan,” ungkap Gubernur.
Dalam acara ini juga diserahkan bantuan bagi anak yatim, kaum dhuafa, serta sejumlah panti asuhan.(ian)






