KORANMETRO.COM- PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna kembali menunjukkan komitmen nyata dalam memprioritaskan aspek kemanusiaan di samping menjalankan tugas utama melistriki negeri.
Hal ini diwujudkan melalui aksi sosial bertajuk PLN Berbagi Kasih dengan menyalurkan paket sembako dan santunan tunai kepada Yayasan Anak Lohoraung serta Panti Asuhan Anak Sitti Maryam di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan tersebut dihadiri langsung oleh Manager PLN UP3 Tahuna, RM Dimas Adhi Prabowo, didampingi jajaran manajemen, serta perwakilan karyawan-karyawati PLN UP3 Tahuna.
Sebanyak 35 anak yatim piatu beserta para pengasuh dan pendamping menerima manfaat dari bantuan sosial ini, yang dirancang untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pokok harian serta memberikan suntikan motivasi bagi anak-anak.
Aksi kepedulian ini merupakan bagian integral dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan bahwa aksi sosial yang dilaksanakan di wilayah kepulauan ini merupakan cerminan dari implementasi nilai-nilai kepedulian universal PLN yang menyasar hingga ke kawasan beranda terdepan Indonesia.
“Bagi PLN, menerangi negeri bukan sebatas mengalirkan arus listrik ke rumah-rumah warga, melainkan juga tentang bagaimana kita mampu menyalakan lentera harapan di hati sesama,” ungkap Usman.
Usman menambahkan, PLN UID Suluttenggo secara konsisten mendorong seluruh unit pelaksana di bawah komandonya untuk aktif memetakan dan merespons kebutuhan sosial di lingkungan sekitar.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap gerak langkah PLN selaras dengan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat, mempererat ikatan harmonis, serta menghadirkan energi kebaikan yang inklusif hingga ke wilayah kepulauan,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Manager PLN UP3 Tahuna, RM Dimas Adhi Prabowo, menyampaikan bahwa interaksi langsung dengan anak-anak panti asuhan menjadi pengingat bagi seluruh insan PLN mengenai pentingnya rasa syukur yang diimplementasikan melalui aksi nyata di lapangan.
“Di satu sisi, kami memastikan keandalan sistem kelistrikan di Kepulauan Sangihe tetap optimal demi kenyamanan masyarakat. Di sisi lain, melalui kegiatan bantuan sosial ini, kami ingin berbagi kebahagiaan serta memberikan dukungan moral yang kuat kepada anak-anak agar mereka tetap percaya diri, tangguh, dan memiliki optimisme tinggi dalam meraih cita-cita di masa depan,” kata Dimas.
Apresiasi tinggi dan rasa haru mendalam disampaikan oleh perwakilan pengurus panti asuhan, Triske Mety Macpal. Ia mengungkapkan bahwa perhatian yang konsisten dari PLN memberikan dampak psikologis yang sangat positif bagi anak-anak binaannya.
“Kami sangat bersyukur. Bantuan Sembako dan santunan ini sangat berarti bagi operasional kami, namun yang jauh lebih bernilai adalah kehadiran bapak dan ibu dari PLN yang meluangkan waktu untuk datang langsung,” ungkap Triske.(brs)






