oleh

Israellah Saweho Rebut Gelar Ganda di Kejurnas Tinju Junior 2018

Israellah Athena Bonita Saweho

DUA gelar sekaligus disabet petinju putri masa depan Sulawesi Utara, Israellah Athena Bonita Saweho saat berkiprah pertama kalinya pada Kejuaraan Nasional Tinju (Kejurnas) Tinju Junior kelas 48 Kg di GOR Laga Satria Pekansari, Cibinong, Jawa Barat.

Gelar pertama diraih putri pasangan Bonyx Jusack Saweho dan Pengky Simbar ketika mengalahkan petinju Nusa Tenggara Barat (NTB), Nurul Intan pada partai final kelas 48 Kg Junior Girl, Sabtu lalu. Sementara gelar kedua diraih Aellah ketika petinju berusia 13 tahun tersebut dianugerahi predikat petinju terbaik putri.

Penyerahan predikat petinju terbaik langsung diserahkan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pertina, Brigjen Pol Drs Johny Asadoma MHum. Sementara pengalungan medali sebagai juara dilakukan oleh sang ayah Bonyx Jusack Saweho yang ikut mendampingi Aellah saat berlaga di partai final.

Selain dua gelar yakni juara kelas 48 Kg dan predikat petinju terbaik putri, Aellah juga mengukir rekor baru sebagai petinju termuda yang sukses meraih juara nasional pada kelompok usia junior. Sebab, saat menjadi juara usia Aellah baru menginjak 13 tahun. Padahal lawan lawannya berada dua tahun diatasnya.

Sebelumnya di tingkat local Sulut, Aellah telah mengukir rekor sebagai petinju termuda kala menyabet juara sekaligus medalli emas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Tahun 2017 di Kabupaten Minahasa. Ketika itu, petinju binaan Sario Boxing Camp (SBC) sukses meraih medali emas Porprov untuk kontingen Kota Manado pada usia 12 tahun.

Ketika tampil di partai final kejurnas melawan Nurul Intan dari NTB, Aellah tampil taktis sekaligus mampu menghibur para penonton yang menyaksikan partai final. Cara menghindari pukulan serta kepiawaian melayangkan pukulan ke wajah lawan benar-benar diperagakan Aellah sehingga para penonton memberikan dukungan saat ia bertanding di partai final.

Tampil taktis sejak ronde pertama, Aellah mampu meredam permainan penuh semangat yang diperagakan lawannya. Meski lebih muda dari segi usia, Aellah mampu menguasai ring pada pertandingan sepanjang tiga ronde. Upaya lawan untuk memancing permainan jarak pendek berhasil diantisipasi Aellah lewat pukulan-pukulan lurus.

Penulis : Denny Andries

Komentar