Kemarau Panjang, Petani di Sulut Beralih Tanam Jagung dan Kacang Hijau

KORANMETRO.COM- Petani di Sulawesi Utara (Sulut), bersiap menghadapi musim kemarau, yang diprediksi mulai terjadi pada bulan Juni 2026.

Petani mulai menyiapkan langkah antisipasi guna menghadapi kemarau tahun ini yang diprediksi lebih panjang dan kering dari biasanya

Bacaan Lainnya

Nortje, petani di Kabupaten Minahasa Utara, biasanya beralih komoditas dari tanaman padi sawah ke jagung saat kemarau tiba.

Perempuan paruh baya ini mengaku telah menyiapkan bibit jagung untuk ditanam selama musim kemarau. Karakteristik jagung yang lebih efisien dalam penggunaan air dari tanaman pangan lain, dinilai lebih cocok saat musim kemarau.

“Kita belajar dari pengalaman saat kemarau panjang tahun 2014. Waktu itu saya dan suami tanam jagung, dan puji Tuhan, hasil panen kami melimpah,” ungkap Nortje, pada Sabtu (18/4/2026), siang.

Menurutnya, selain jagung, komoditas kacang hijau juga sangat cocok ditanam ketika musim kemarau tiba.

Kata Nortje, perawatan komoditas kacang hijau lebih mudah di saat musim kemarau. “Kalau musim hujan dia lebih gampang rusak, karena banyak hama,” ungkap Nortje.

BMKG telah memprediksi musim kemarau tahun ini tiba lebih cepat karena adanya dampak el nino godzila.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Sulawesi Utara, Aris Yunatas, mengungkapkan hampir semua wilayah Sulut akan menghadapi musim kemarau.

“Kemarau tahun ini akan lebih kering dari biasanya karena ada el nino dalam fase lemah,” jelasnya.

Aris bilang, periode musim kemarau tahun ini lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya, dengan durasi hingga 5 bulan.

“Puncak musim kemarau di bulan Agustus dengan durasi musim kemarau itu kurang lebih sekitar 3 sampai 5 bulan,” ungkapnya.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan