oleh

Kapolres Ajak Pelaku Keributan Didoakan di Rumah Ibadah//

-Minsel & Mitra-81 views

Kapolres bersama rohaniawan

 

 

METRO, Amurang- Minuman keras di Sulawesi Utara khususnya di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terus menjadi persoalan mendasar bagi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Hal itu diakui oleh Kapolres Minsel AKBP FX Winardi Prabowo SIK. Dikatakanya. Kabupaten Minahasa Selatan merupakan sentra produsen penghasil minuman keras tradisional Sulut yaitu cap tikus. Akibat salah menggunakan minuman beralkohol itu, sering terjadi tindak pidana seperti pengancaman sampai tawuran.

Untuk menyikapi hal tersebut, pihaknya kini bekerja sama dengan para Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat agar melakukan program pendekatan Kamtibmas dengan Religi.

“Pelaku miras yang terlibat dengan keributan kita selesaikan di luar hukum dengan mengedepankan religi. Para pelaku kita amankan dan kita bawa ke tempat-tempat ibadah dan kita doakan bersama.” tutur Kapolres.

Ditambahkanya, program ini menurutnya sangat efektif dan bisa dirasakan dampaknya. Pada dua bulan terakhir kata Kapolres, sudah 21 kasus yang diselesaikan dengan program pendekatan Religi ini, yaitu kasus Miras 11 kasus, 7 kasus mengganggu ketertiban umum dan 3 kasus kenakalan remaja.

“Kita sudah lakukan pendekatan Religi didalamnya, dan seluruh masyarakat mendukung dan sampai saat ini pelaku tidak ada lagi yang mengulanginya,” katanya.

Ditambahkanya saat ini Polres Minsel dan Pemerintah Kabupaten, sudah bekerja sama untuk memikirkan bagaimana menjadikan produksi bahan baku Miras ini menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi warga.

 

Penulis: Rommy Liando

Komentar