oleh

Zonasi Dinilai Memudahkan Pelajar, Sekolah Harus Tingkatkan Kualitas

Sekretaris Komisi IV bidang Kesra, Fanny Legoh 

METRO, Manado- Pro kontra program zonasi sekolah pada penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah negeri saat ini, mendapat tanggapan dari Komisi IV bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Pendidikan, Fanny Legoh. Ia menyatakan setuju dengan pemberlakukan zonasi untuk memudahkan para siswa mendapatkan pendidikan tanpa berhadapan dengan masalah jarak dan ongkos ke sekolah.

“ Kalau kita setuju-setuju saja, karena mau tak mau atau suka tak suka, ini kondisi perkembangan dinamika masyarakat yang istilahnya disebut terotorial. Di kota besar memang seperti itu. Dengan adanya system zonasi itu akan mengefesienkan situasi,” terang Fanny Legoh kepada wartawan, Senin (24/6/2019).

Ia mencontohkan dinamika persekolahan yang berhadapan dengan jarak di ibukota Jakarta.

“Sebagai contoh ponakan saya. Bayangkan, dia tinggal di Cikunir, sekolah di St Ursula. Jam 4 pagi harus bangun. Dan akhirnya untuk memudahkan terpaksa harus kost padahal baru SMP. Saya kira juga di sini, masa orang dari Amurang mau sekolah di Manado,” kata dia lagi.

Karena itu, kata politisi PDIP tersebut, pemerintah menggenjot mutu lembaga-lembaga pendidikan, khususnya sekolah-sekolah agar tidak terjadi ketidakseimbangan, baik itu fasilitas dan mutu pendidikan itu bisa berimbang. Hingga orang tidak perlu diperhadapkan dengan masalah jarak.

“Zonasi ini memudahkan anak-anak untuk bersekolah. Nanti dalam proses implementasi pasti ada keloggaran. Yang penting harus ada standar sistem, dan lembaga-lembaga pendidikan, baik pengajar hingga sarana dan prasarana sekolah meningkatkan kualitas untuk pendidikan yang bermutu kepada anak-anak sekolah,” terang Sekretaris Komisi IV itu.

Sebagai penutup, ia mengingatkan kepada seluruh sumber daya manusia (SDM) yang berkaitan dengan pendidikan agar dapat sungguh-sungguh bekerja meningkatkan kualitas pendidikan.

“Ini hanya soal niat saja. Di jaman dulu banyak orang tak ingin jadi guru karena upahnya tidak seberapa. Kalau sekarang, para tenaga pendidikan mendapatkan upah yang sangat cukup.  Tapi yang paling penting adalah niat dan dedikasi untuk mencerdaskan anak bangsa dan meningkatkan mutu pendidikan kita,” kunci legislator Gedung Cengkih yang pada periode 2019-2024 kembali duduk di DPRD Sulut itu. (YSL)