oleh

Kasus Kecelakaan Kerja Meningkat, BPJAMSOSTEK Manado Bayar Santunan Rp5,7 Miliar

METRO, Manado- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Manado mencatat terjadinya peningkatan kasus kecelakaan kerja di tahun 2019.

Kepala BPJAMSOSTEK Manado, Hendrayanto, mengungkapkan bahwa pada tahun 2018 angka kecelakaan kerja yang dilaporkan sebanyak 286 kasus dengan jumlah santunan yang dibayarkan mencapai Rp 8.86 miliar. Sementara sepanjang tahun 2019 angka kecelakaan kerja mencapai 309 kasus, dengan santunan sebesar Rp 5,78 miliar.

“Klaim JKK mengalami penurunan dibanding tahun 2018, padahal jumlah kasus meningkat. Ini disebabkan karena kasus JKK meninggal atau kasus kecelakaan kerja yang berakhir meninggal dunia di 2019 menurun, makanya jumlah santunan juga turun,” ujar Hendrayanto, Kamis (9/01) siang.

Selain itu, menurut Hendrayanto kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan luka parah juga menurun. Namun demikian, ada kasus JKK return to work yang dipasangkan tangan palsu sebanyak 3 kasus. “Dengan kata lain, kasus tinggi tapi tingkat kematian akibat kecelakaan kerja menurun, atau lebih kecil dari tahun lalu,” ungkap Hendrayanto sembari menambahkan bahwa Kota Manado menjadi pengoleksi angka kecelakaan kerja terbesar yaitu 308 kasus.

“Satu kasus lainnya tercatat di Kantor Cabang Pembantu Tondano. Sementara di Bitung dan Kotamobagu tidak ada,” kata Hendrayanto menambahkan.

Dari data yang diperoleh koran ini, diketahui juga bahwa selama tahun 2019, BPJAMSOSTEK Manado telah membayar klaim sebesar Rp 166,58 miliar dengan jumlah kasus 18.162, dari empat program, yaitu jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), jaminan hari tua (JHT)  dan jaminan pensiun (JP). “Angka ini meningkat jika dibanding tahun 2018 yang sebesar Rp 138,63 miliar dari 15.005 kasus,” kata Hendrayanto.

Data yang diperoleh koran ini juga mencatat, untuk program JKK tahun 2019, total santunan sebesar Rp 5,784 miliar dari 309 kasus, turun dari tahun 2018 yang sebesar Rp 8,87 miliar dari 286 kasus. Sementara untuk program JKM, dari Rp 6,25 miliar untuk 240 kasus pada tahun 2018, naik menjadi Rp 13,81 miliar untuk 547 kasus di 2019.

Sedangkan pada program JHT, total klaim mencapai Rp145,63 miliar dari 15.392 kasus. Angka ini meningkat dibanding tahun 2018 yang hanya Rp 122,23 miliar dari 13.389 kasus. “Untuk program jaminan pensiun juga mengalami kenaikan dari Rp 1,29 miliar untuk 1.090 kasus, menjadi Rp 1,36 mliar untuk 1.974 kasus pada tahun 2019,” tukas Hendrayanto.(71)