Rutin Diekspor ke India, Bungkil Kelapa Sulut Dipastikan Sehat

METRO, Manado- India merupakan peminat bungkil kelapa asal Sulut paling besar dibandingkan dengan negara lain, karena disamping komoditasnya sesuai dengan yang dipersyaratkan negara tersebut juga sebagian besar mata pencaharian masyarakat di India adalah beternak.

‘Ketersediaan pakan disana tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan jumlah ternak yang sangat banyak,” kata Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan, beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Dijelaskan Donni, dalam kondisi ekonomi yang melemah akibat wabah pandemi global, bungkil kelapa tetap rutin diekspor ke India, karena permintaan negara tersebut akan produk olahan minyak kelapa sub sektor Perkebunan ini tidak pernah surut malahan meningkat.

“Kami telah pastikan bungkil kelapa ini sehat setelah dilakukan berbagai tindakan karantina, sebagai penjaminan mutu komoditas ekspor yang akan diberangkatkan ke India,” ujar Donni.

Dari data Karantina Pertanian Manado, diketahui bahwa fasilitasi ekspor bungkil kelapa selama bulan Januari hingga Oktober tahun 2020 sebanyak 100,8 ribu ton dengan nilai ekonomis Rp 276,85 miliar. Angka ini meningkat 14,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang hanya berhasil mencatat sebanyak 87,88 ribu ton dengan perolehan nilai ekonomi Rp 159,65 miliar.

“Ekspor bungkil kelapa tahun ini didominasi oleh India. Hampir 96,7 persen. Selainnya ekspor ke Vietnam. Sedangkan pada tahun 2019 tetap ekspornya didominasi oleh India sebanyak 91,6 persen, selainnya ke Vietnam dan Korea Selatan,” pungkas Donni.(71)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan