METRO, Manado- Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey melepas ekspor sebelas ragam komoditas pertanian senilai Rp 78,6 miliar ke 15 negara, pada Senin (31/5) lalu, di halaman Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.
“Kita patut berbangga karena 23 persen dari pertumbuhan ekonomi Sulut disumbang sektor pertanian dan perikanan. Secara nasional Sulut berada di peringkat kelima,” ujar Gubernur.
Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan Saragih mengatakan, komoditas pertanian asal Sulut ini diberangkatkan ke Amerika Serikat, Rusia, Spanyol, India, Cina, Vietnam, Selandia Baru, Australia
dan beberapa negara lainnya. “Sekaligus setelah melalui fasilitasi dan pemeriksaan karantina pertanian,” ujar Donni, dalam keterangan tertulisnya yang diterima METRO, Rabu (2/6).
Menurut Donni, pihaknya terus mendorong agar ekspor pertanian terus meningkat dengan penguatan sinergitas para pemangku kebijakan termasuk pihak Kampus Unsrat.
“Dari sebelas ragam komoditas, didominasi oleh produk turunan kelapa dan pala,” jelas Donni.
Dari data yang diperoleh METRO, diketahui bahwa selama periode Januari hingga Mei 2021, terjadi peningkatan nilai sebesar 59,2 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tercatat total nilai
1,8 triliun rupiah sementara di tahun lalu hanya 1,03 triliun saja. “Tidak hanya nilai, jumlah eksportir juga meningkat dan hampir mulai banyak muncul eksportir dari kalangan generasi milenial,” ungkap Donni.
Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang secara terpisah mengapresiasi peningkatan tren kinerja ekspor di Provinsi Sulut.
“Harus kita jaga kinerjanya, fokus pada pencapaian target dengan terobosan yang inovatif,” kata Bambang.
Sebagai informasi, Barantan selain melaksanakan tugas perkarantinaan secara khusus juga bertugas untuk mengawal program strategis Kementerian Pertanian berupa upaya peningkatan ekspor produk pertanian.
Melalui gerakan tiga kali lipat ekspor pertanian atau Gratieks yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, unit pelaksana teknis karantina pertanian diseluruh Indonesia terus melakukan sinergisitas dengan entitas terkait.(71)






