PERSIAPAN Sulawesi Utara menhadapi PON XX Papua mulai ada kendala. Lambatnya distribusi peralatan latihan serta belum jelasnya pencarian uang saku yang sudah tertunda selama tiga bulan membuat para pelatih mengirimkan surat terbuka kepada Pengurus KONI Provinsi Sulut.
Pelatih Kepala Cabang Olahraga Muaythai, Hendra Massie, yang didukung sejumlah pelatih seperti Ventje Encho Simbar, Nelson Uada dari Cabor Selam bahkan Bonyx Jusack Saweho, cabor tinju serta Iwan Ibrahim, cabor karate ikut mendukung aspirasi dari para atlet yang disuarakan pelatih Hendra Massie.
“Surat untuk KONI Sulut ….Selamat malam bapak ibu pengurus KONI.. mohon maaf kami hanya menyampaikan aspirasi dari anak anak dan aspirasi dari kami sendiri. Kami pelatih dan anak anak menanyakan uang saku bulanan kami sudah masuk tiga bulan ini belum dibayarkan,” kata Hendra Massie mewakili pelatih dan atlet.
“Maaf bapak ibu yang berkompeten…kami pelatih selalu ditanya anak anak mengenai uang saku mereka. Kiranya bapak ibu yang berkompeten disini bisa membaca dan meneruskan pertanyaan anak anak dan pelatih. Banyak anak anak dan pelatih yang sudah meninggalkan pekerjaan mereka hanya fokus untuk latihan dan melatih begitu juga pelatih,” imbuhnya.
“Kami tau uang itu tidak seberapa dengan UMP…tapi walaupun dibawa UMP tapi itu sangat membantu atlet dan pelatih apalagi sudah berkeluarga. Atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih karena ini sangat berpengaruh bagi kami pelatih,” ujarnya lagi.
“Banyak anak anak yang sudah tidak punya uang kendaraan untuk datang latihan dan kami pelatih sangat terganggu dengan kondisi anak anak karena kami dikejar dengan program latihan yang tinggi tapi tidak diimbangi dengan gizi yang baik. Jadi mohon kepada bapak ibu bisa memperhatikannya. Terima kasih”.(dni)





