oleh

Coba Kabur, Pelaku Pencurian di Cafe Ditembak Tim Mapan

METRO, Manado- Pelarian pelaku pencurian barang elektronik, perhiasan emas dan uang tunai akhirnya terhenti di tangan Tim Mapan (Macan dan Paniki) Polresta Manado. Pelaku lelaki FB alias Farouq (25), warga Kelurahan Sindulang Satu, Lingkungan IV, Kecamatan Tuminting tersungkur ditembak gabungan Tim Macan dan Tim Paniki Polresta Manado, Sabtu (17/07) sekitar pukul 22.30 WITA.

Kasus tersebut bermula saat korban Jeany Meita Eman (44), warga Desa Sendangan Jaga V, Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa Sabtu (17/07) lalu sekitar pukul 08.30 Wita sedang berada di belakang cafe miliknya. Ketika itu korban yang merupakan ibu rumah tangga tersebut meninggalkan tas yang berisikan satu unit handphone, satu jam tangan, perhiasan emas berupa kalung serta uang tunai sebesar Rp 4.000.000, di atas meja kasir.

Beberapa saat kemudian pelaku Farouq masuk ke cafe yang teletak di Jalan Piere Tendean, Boulevard, Manado yang saat itu dalam keadaan sepi. Pelaku langsung mendekati meja kasir dan mengambil tas milik korban, kemudian melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor.

Akibat kejadian tsb korban mengalami kerugian sebesar Rp 9.000.000,- (sembilan juta rupiah). Tak terima dengan apa yang dialaminya, korban pun melaporkan kejadian tersebut itu ke pihak kepolisian.

Berdasarkan laporan tersebut, Tim Mapan (Paniki dan Macan) Polresta Manado yang di pimpin Katim IV Macan Aipda Denny Roinwowan, langsung bergerak untuk melakukan penyelidik di tempat kejadian perkara (TKP). Setelah mengetahui identitas pelaku, tim pun bergerak cepat memburunya.

Alhasilnya tanpa menunggu waktu yang lama pelaku berhasil diringkus di tempat persebunyiannya.
Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Taufiq Arifin SHut SIk saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Pada hari ini Sabtu (17/07) sekitar pukul 22.30 WITA, Tim Macan dan Timsus Paniki Polresta Manado pimpin Katim IV Macan Aipda Denny Roinwowan, telah berhasil mengamankan seorang lelaki pelaku pencurian yang terjadi di wilayah hukum Polresta Manado. Pelaku tersebut diamankan di kediamannya,” ungkap Arifin.

Lanjut Kasat, dari hasil pengembangan pelaku yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini diketahui merupakan residivis untuk kasus yang sama.

Dari hasil interogasi pelaku mengakui perbuatannya, sehingga tim gabungan segera melakukan penyitaan satu unit handphone milik korban yang telah dijual. Untuk jam tangan, uang tunai dan perhiasan emas, pelaku mengaku telah membuangnya di sungai.

Dalam pengembangan menuju lokasi sungai itu, pelaku nekat mencoba melarikan diri. Sehingga anggota tim gabungan mengejar pelaku hingga melepaskan tembakan peringatan dua kali. “Pelaku tetap berusaha kabur hingga akhirnya polisi terpaksa melumpuhkan pelaku dengan menembak kakinya. Selanjutnya selesai menjalani perawatan, pelaku langsung digiring ke Mapolresta Manado untuk menjalani pemeriksaan,” tegas Mantan Kasat Reskrim Polresta Kota Bitung ini.(33)

Komentar