TIGA Cabang Olahraga (Cabor) Beladiri, yakni Tinju, Muaythai dan Pencak Silat kabarnya telah mengajukan permohonan kepada Satgas Pelatda PON Sulut untuk pindah homebase Pelatda PON dari Tondano Minahasa ke Manado.
Alasannya, semakin dekatnya persiapan menuju Papua, para atlet perlu adaptasi cuaca seperti di lokasi pertandingan di Papua. Khusus Cabor Tinju, pengalaman saat ujitanding di Jakarta dan Manado memperlihatkan kondisi para petinju yang lama beradaptasi.
“Di Jakarta, saat ujitanding pertama melawan Papua Barat, para petinju kesulitan untuk berkembang. Nah, pada hari kedua baru bisa berkembang karena para petinju digodok lewat latihan di Senayan,” kata Bonyx Jusack Saweho, Pelatih Cabor Tinju.
Senada juga dikemukakan oleh Kabid Binpres KONI Sulut, Dr Marnex Berhimpong MKes AIFO, yang mendampingi para petinju saat ujitanding di Jakarta. “Waktu itu saya lihat petinju belum bisa berkembang pada saat pertandingan pertama,” kata Marnex Berhimpong.
Karena itulah, ia mensupport jika atlet atlet beladiri seperti tinju, Muaythai dan pencak silat sebelum berangkat ke Papua lebih dulu berlatih di Manado untuk adaptasi udara. “Tapi tentunya ada aturannya karena semua kegiatan Pelatda ada mekanisme penganggaran,” kata Berhimpong.
Artinya, jika akan pindah ke Manado, perlu ada koordinasi dengan pihak Satgas Pelatda PON terkait dengan administrasi dan akomodasi yang nantinya digunakan selama berlatih di Manado sebelum bertolak ke Papua.(dni)






