METRO, Talaud- Wakil Bupati Moktar Arunde Parapaga (MAP) menerima kunjungan kerja Kementerian Hukum dan Ham RI kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Utara divisi Imigrasi bersama kantor Imigrasi Kelas II TPI Tahuna bertempat di ruang kerja Wabup, Kamis(7/9).
Wabup Parapaga yang mewakili Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud mengatakan, sangat senang sekali jika TPI ada di Kabupaten Kepulauan Talaud. Karena kita yang berada di perbatasan sangat rentan sekali dengan kerawanan Kewarganegaraan.
“Sudah beberapa kali ada kapal negara asing yang masuk disini, sedangkan kita membutuhkan ekspor langsung ke negara FIlipina,” ujarnya.
Menurut Wabup, karena dari sisi ekonomi kebijakan dan keinginan Bupati Elly Engelbert Lasut (E2L) dan saya, sangat menguntungkan masyarakat. Income per kapita pasti akan bertambah dan kami sangat berterima kasih kepada Kamenkumham terutama divisi Imigrasi.
“Kita berharap sampai hari Sabtu dokumen yang mereka inginkan dari pemerintah daerah sudah selesai agar rencana TPI sudah bisa dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan,” kata Parapaga.
Sementara itu, Kepala sub bidang Informasi Keimigrasian Kanwil Kamenkumham Sulawesi Utara Ready Jootje Ratag ketika diwawancarai mengatakan, kunjungan dari divisi Imigrasi ini dalam rangka ada wacana mendirikan Pelabuhan laut Melonguane sebagai Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).
“Kami berharap ada dukungan dari pihak pemerintah daerah dan pihak keamanan setempat,” kata Ratag.
Menurutnya, karena kehadiran TPI ini, sangat dibutuhkan di wilayah perbatasan. Dari sisi keimigrasian sangat dibutuhkan untuk cegah dan deteksi dini, kerawanan yang ada di wilayah perbatasan.
“Karena banyak yang kita temukan penduduk-penduduk asing yang tanpa dokumen, serta ada indikasi perdagangan ilegal dan ilegal entry bagi orang asing,” katanya.
Lebih lanjut Ratag menjelaskan, dari hasil pertemuan tadi Pemda sangat mendukung dan memang sudah sangat diharapkan untuk ada TPI di Kabupaten Kepulauan Talaud.
“Pelabuhan Melonguane nantinya akan dikategorikan sebagai pelabuhan Internasional, jadi Kapal dari mana pun bisa masuk,” pungkasnya.(tr-69)






