oleh

Pingkan Mandagi Belum Berniat Pensiun

KENDATI telah berkecimpung lebih dari setengah usianya, tapi Pingkan Natalia Mandagi belum berniat pensiun sebagai atlet Terjun Payung. Sejumlah obsesi masih dipendam peraih medali perak bagi Kontingen Sulut di PON XX Papua sebelum memutuskan pensiun.

Hingga PON XX Papua Tahun 2021, Pingkan telah mewakili Kontingen Sulut sebanyak delapan kali. Artinya jika PON dilaksanakan setiap empat tahun, berarti keterlibatan Pingkan bersama Kontingen Sulut dalam pelaksanaan Pesta Olahraga paling bergengsi di Bumi Nusantara sudah 32 Tahun.

Selama berkarir di cabang olahraga dirgantara tersebut, Pingkan sudah mempersembahkan setidaknya 11 medali emas. Artinya, ada beberapa pelaksana PON, Pingkan sukses membawa pulang lebih dari satu medali emas. Sebab, dari delapan kali tampil di PON, baru di PON XIX Jabar dan PON XX Papua, ia gagal menyumbangkan medali emas.

Memang, di Papua, Pingkan sukses mendulang medali perak di nomor spesialisasinya, Ketepatan Mendarat Perorangan Putri. Tapi, hasil tersebut tampaknya belum bisa membuat Pingkan puas. Apalagi, hingga saat ini, ia belum melihat ada figur yang bisa menggantinya di PON berikutnya.

“Saya tetap ingin berkarir sebagai atlet terjun payung di Sulut karena hingga saat ini belum ada yang bisa menggantikan saya. Obsesi saya, pada PON XXII Tahun 2028, sudah ada yang bisa menggantikan saya,” sebut salah satu Kepala Seksi di Bidang Kepemudaan Dispora Sulut.

Dengan kata lain, sebelum ia menggantung parasut, sudah ada atlet yang bisa menggantinya. Sebab, beberapa atlet yang direkrut lewat program pelatihan khusus sekitar sepuluh tahun silam, diharapkan baru bisa menuai prestasi di level PON Tahun 2028.(dni)

Komentar