oleh

Tim Satres Narkoba Manado Ringkus DPO Bandar Obat Keras

METRO, Manado- Tim Satres Narkoba Polresta Manado meringkus salah satu bandar besar Trihexyphenidyl di tempat persembunyian di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelakunya yakni lelaki berinisial HD alias Eman (37). Warga Kelurahan Ketang Baru, Kecamatan Singkil.

Diketahui HD alias Eman ini memang menjadi pemasok pil Thryhexypenidyl di Sulawesi Utara, khususnya di Kota Manado.

“Tertangkap di salah satu kos di daerah Selokan Mataram, Kecamatan Melati Kabupaten Sleman, Yogyakarta, 08 Oktober 2021 lalu,” ujar Kasat Resnarkoba Polresta Manado, AKP Sugeng Wahyudi Santoso melalui siaran pers, Selasa (26/10).

HD alias Eman memang sejak tahun lalu telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dikeluarkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulut. DPO ini dikuatkan lagi dengan dikeluarkan daftar dari Satres Narkoba Resta Manado, sesuai dengan LP/1450/IX/2021/SPKT/Resta Manado tanggal 19 September 2021. “Jadi sejak Oktober 2020 itu, HD kabur dari Manado,” ungkap Sugeng.

Menurutnya, proses penangkapan HD memang tidaklah mudah. Setelah mendapatkan informasi keberadaan tersangka di wilayah Kabupaten Sleman, ia bersama beberapa anggotanya langsung terbang ke Sleman. Mereka kemudian dibantu personil Polres Sleman dan Polsek Depok Barat Sleman.

“HD saat diamankan berada di dalam kost yang dia sewa sejak pindah dari sebuah apartemen di Jakarta yang juga disewanya. Barang bukti yang diamankan sebuah KTP atas nama dirinya,” terang Sugeng.

Saat ini, lanjut Sugeng, tersangka HD sudah berada di Mapolresta Manado untuk mengadakan penyidikan lanjutan. Penyidiknya juga sedang mendata kembali semua laporan polisi kepada HD serta pemeriksaan terkait dengan jaringannya.

“Dia (HD) nantinya akan dijerat dengan UU Kesehatan nomor 36 tahun 2009, ancaman pidananya 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 milliar,” pungkas mantan Kasat Reserse Narkoba Polres Minahasa ini.(33)

Komentar