oleh

SLB Trikora Indah Bitung Menggelar Pelatihan dan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana

METRO, Bitung- Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut dr Grace Punuh membuka Pelatihan dan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana, Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), yang dilaksanakan Sekolah Luar Biasa (SLB) Trikora Indah Bitung pada Rabu (24/11/2021).

“Kegiatan pelatihan dan simulasi kesiapsiagaan bencana, satuan pendidikan aman bencana yang dilaksanakan SLB Trikora Indah Bitung yang juga sebagai Sekolah pengerak ini sangat baik dan bermanfaat,” ungkap Punuh.

Kata Punuh, Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana harus terintegrasi ke dalam program pembangunan, termasuk dalam sektor pendidikan.

Ditegaskan pula dalam undang-undang tersebut bahwa pendidikan menjadi salah satu faktor penentu dalam kegiatan pengurangan risiko bencana. Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2003, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengedalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.

“Setiap orang harus mengambil peran dalam kegiatan pengurangan risiko bencana maka sekolah dan komunitas di dalamnya juga harus memulai mengenalkan materi-materi tentang kebencanaan sebagai bagian dari aktifitas pendidikan keseharian,” ujarnya.

Punuh mengatakan, usaha meningkatkan kesadaran adanya kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana, di dunia pendidikan harus dilaksakanakan baik pada taraf penentu kebijakan maupun pelaksana pendidikan di pusat dan daerah.

“Dengan harapan pada seluruh tingkatan memiliki pemahaman yang sama akan perlunya pendidikan kesiapsiagaan bencana tersebut,” kata Punuh.

Dengan adanya pandemi sekarang ini, tambah Punuh, ini adalah bencana non alam dimana penyebaran virus covid -19 patut kita hentikan dengan kita perketat protokol kesehatan.

“Kita tetap harus waspada malaupun saat ini sudah menurun kasus covid-19,”jelasnya.

Dijelaskan Punuh, tenaga pendidik harus memberikan terbaik kepada siswa dan juga ada komunikasi antara pembimbing dan pengasuh khuausnya bagi anak berkebutuhan khusus di SLB.

“Kegiatan seperti ini nilai outputnya sangatlah bermanfaat bagi satuan pendidikan,” tutup Punuh.(11)

Komentar