Dinkes Catat, Balita Stunting di Boltim Capai 462 Orang

Bupati menyampaikan sambutan di acara rembuk stunting.

METRO, Boltim- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kian intens mendeklarasikan komitmen bersama pencegahan percepatan penurunan Stunting secara terintegrasi. Bagaimana tidak, menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boltim, terhitung sampai bulan Maret tahun 2022 ini, jumlah Balita (Bayi Dibawah Lima Tahun) menderita Stunting telah mencapai 462 orang.

Maka tak heran, dalam acara Rembuk Stunting dilantai tiga kantor bupati, Senin (22/03) kemarin, Bupati Boltim Sam Sachrul,S.Sos,MSi dengan tegas menyatakan komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Boltim untuk malakukan pencegahan dan percepatan penurunan Stunting. Menurut Bupati, Stunting dapat dicegah dengan memastikan kesehatan yang baik dan gizi yang cukup pada 1000 hari pertama kehidupan. Namun itu membutuhkan kerjasama lintas program dan sektor mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan pengendalian.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, ditempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boltim Saefudin Gobel, SKM,M.Kes ketika dikonfirmasi METRO via ponselnya kemarin, dia mengakui bahwa kasus Stunting terhadap Balita mengalami kenaikan. Tahun 2022 ini angkanya naik berjumlah 462 Balita. Perbandinganya sejak tahun 2019, jumlah Stunting atau disebut reziko kurang gizi 330 orang. Kemudian tahun 2020 bertambah menjadi 384 orang. Selanjutnya ditahun 2021 meningkat ke 445 orang.

Saefudin menambahkan, menurunkan Stunting memerlukan pendekatan yang menyeluruh dan secara konvergen. Karena masalah stunting tidak hanya soal status gizi dan kesehatan, tetapi juga masalah ketahanan pangan, lingkungan social, lingkungan kesehatan dan pemukiman.(40)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan