Ormas Adat Waraney Minta Pemda Carikan Solusi Penambang yang Kesulitan Jual Emas

Aksi damai Ormas Adat Waraney Tanah Toar Lumimuut, yang digelar di TKB, Manado, Kamis (5/3/2025) sore.

KORANMETRO.COM- Masyarakat Adat Waraney Toar Lumimuut meminta pemerintah daerah (Pemda) di Sulawesi Utara (Sulut), memperhatikan nasib para penambang yang kesulitan menjual emas hasil tambang.

Hal ini disampaikan dalam aksi damai yang digelar di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Dotu Lolong Lasut, pada Jumat (5/3/2026) sore.

Bacaan Lainnya

Dalam orasinya, para pendemo menyerukan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, agar memperhatikan nasib penambang tradisional yang tengah kesulitan menjual hasil tambang berupa emas.

“Tidak tahu mau jual di mana. Pemerintah daerah tolong cari jalan keluar agar supaya para penambang-penambang bebas menjual emas hasil jerih payah mereka,” ujar Audy Jimmy Malonda, Pimpinan Adat Waraney Tanah Toar Lumimuut.

Audy meminta, pemerintah menerbitkan aturan agar tambang-tambang ilegal dibuatkan izin, supaya dapat menjual hasil tambang dengan aman dan mudah. “Mereka disahkan sebagai WPR supaya tidak ada lagi tambang liar dan ilega,” ungkapnya.

Audy berharap, pemerintah daerah memberi perhatian khusus terhadap nasib para penambang muslim yang sementara menjalankan puasa Ramadan dan tak lama lagi merayakan Lebaran.

“Kasihan, lebih khusus saudara-saudara kita penambang-penambang beragama Muslim. Mereka lagi menjalankan ibadah puasa dan sebentar lagi mereka akan masuk pada Hari Raya Idulfitri. Kasihan kalau mereka tidak bisa mau menjual hasil tambang-tambang mereka,” tutur Audy.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan