KORANMETRO.COM- Sulawesi Utara (Sulut) diguncang gempa tektonik pada Minggu (7/6/2026) dini hari sekitar pukul 02.56.47 Wita. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,6.
Episenter gempabumi berlokasi di laut pada jarak 123 kilometer (Km) arah Tenggara Kota Tutuyan, Sulawesi Utara pada kedalaman 32 Km.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, mengatakan gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik,” ungkap Wijayanto.
BMKG mencatat, gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Nuangan, Bolaang Mongondow Timur; daerah Pinolosian Timur, Bolaang Mongondow Selatan, daerah Motongkad, Bolaang Mongondow Timur.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.
BMKG mengimbau kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” katanya.(ian)






