Sulut Siaga Bencana Hidrometeorologi Kering Dampak El Nino Fase Sangat Kuat

KORANMETRO.COM- Fenomena El Nino diprediksi akan mencapai fase sangat kuat pada puncak musim kemarau di bulan Agustus-September 2026.

BMKG mencatat kejadian El Nino sangat kuat biasanya menyebabkan penurunan curah hujan, kemarau lebih panjang, kekeringan meluas, serta peningkatan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah terdampak.

Bacaan Lainnya

“Puncak musim kemarau pada bulan Agustus-September, terjadi merata di semua wilayah Sulut. Selama periode ini status El Nino juga menjadi sangat kuat,” ujar Aris Yunatas, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Sulawesi Utara, Rabu (5/8/2026).

Aris bilang, fase El Nino sangat kuat pernah terjadi tahun 2015, yang menyebabkan banyak sekali terjadi kebakaran di Sulawesi Utara, kekeringan, dan gagal panen.

“Secara historis El Nino dalam fase sangat kuat terjadi pada tahun 1982-1983, 1997-1998, 2015-2016. Kejadian terbaru tahun 2023-2024 itu fase kuat,” ungkapnya.

Aris mengingatkan, El Nino sangat kuat akan mempengaruhi periode musim kemarau tahun ini yang diprediksi hingga 9 bulan lamanya.

“Jadi mulai dari Agustus, September, Oktober, November, itu sangat kuat. Bulan Desember, Januari, Februari sudah turun lagi ke kuat,” ungkapnya.

Selama periode musim kemarau, akan terjadi kekeringan meteorologis dimana curah hujan akan semakin berkurang di suatu wilayah dalam periode waktu tertentu di bawah batas normal rata-rata.

Kata Aris, berdasarkan pemantaun hari tanpa hujan, BMKG menetapkan peringatan dini kekeringan meteorologi di sejumlah wilayah.

“Posisi sekarang ini yang waspada ada beberapa daerah Bitung sama Minahasa. Sedangkan status siaga hampir semua, mulai Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow, Bitung, Manado, Minahasa, Minut, dan Mitra,” katanya.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan