KORANMETRO.COM- Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung, mengumumkan peringatan dini banjir rob, yang berpotensi terjadi tanggal 28- 2 Oktober 2026,
Banjir rob disebabkan oleh meluapnya air pasang ketika fase bulan purnama.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung, Aqil Ihsan, menuturkan Fase bulan purnama yang terjadi pada tanggal 26 September 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut ke level maksimum.
“Berdasarkan data pantauan water level dan prediksi pasang surut, banjir rob berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Sulut,” ujar Aqil, Rabu (23/9/2026).
Dijelaskan Aqil, gaya gravitasi bulan saat fase bulan purnama mempengaruhi kenaikan muka air laut sehingga berpotensi pasang maksimum pada saat terjadi fenomena tersebut.
“Jadi siklusnya memang bulanan, 2 kali yaitu bulan baru dan bulan purnama,” ungkap Aqil.
Menurutnya, potensi banjir rob juga bisa semakin besar apabila terjadi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah pesisir.
Kata Aqil, masyarakat yang tinggal di kawasan permukiman pantai, serta mereka yang beraktivitas di pelabuhan, sektor perikanan, dan tambak, diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi genangan rob.
“Air pasang dapat berdampak langsung pada aktivitas bongkar muat pelabuhan,” katanya.(ian)
Kawasan Peringatan Dini Banjir Pesisir:
28-30 September: Kabupaten Kepulauan Talaud, Sangihe, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Utara, Bolmong Selatan, dan Minahasa Selatan.
29-30 September 2026: Manado Tua, dan Kota Manado.






