KORANMETRO.COM- Warga di area pesisir Sulawesi Utara (Sulut) diminta mewaspadai potensi banjir rob dalam beberapa hari ke depan.
BMKG mendeteksi adanya fenomena fase bulan purnama pada tanggal 29-30 Agustus, yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut hingga ke level maksimum.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung, Aqil Ihsan, mengatakan siklus bulan baru dan bulan purnama salah menyebabkan gaya gravitasi bulan mempengaruhi kenaikan muka air laut sehingga berpotensi pasang maksimum.
“Banjir rob terjadi ketika periode air pasang mencapai ketinggian maksimum. Periode itu berlangsung pada saat memasuki bulan baru dan bulan purnama,” jelas Aqil, Jumat (21/8/2026) siang.
Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob)
berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Sangihe, Sitaro, Talaud; pesisir Bolaang Mongondow (Bolmong), Bolmong Utara, Minahasa Selatan, Tombariri dan Mandolang, pesisir Manado Tua, Manado, pesisir Minahasa Utara, Bitung, dan Kema.
Kata Aqil, potensi banjir rob juga bisa semakin besar apabila terjadi kondisi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang di wilayah pesisir.
“Jadi siklusnya memang bulanan, 2 kali yaitu bulan baru dan bulan purnama,” jelas Aqil.
Potensi banjir pesisir yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG.(ian)





