METRO, Talaud- Setelah berkoordinasi dengan PT KOBA, calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang diprakarsai oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud bekerja sama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang lulus seleksi tahap satu sebanyak 1.020 orang.
Hal itu dikatakan langsung oleh Bupati Elly Engelbert Lasut (E2L) didampingi oleh Asisten administrasi Umum Setda Spen Bawangun dan Kadis UKM dan tenaga kerja Ordik Rompah serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sthela Bentian, di ruang kerja Bupati.
“Setelah lulus pada tahap satu ini para CPMI akan menuju yang disebut end Lima. Dalam tahap tersebut mereka akan dilatih sampai lulus,” kata E2L.
Setelah lulus dari end lima masih ada lagi satu tahapan yang harus dilewati CPMI yaitu end empat dan setelah itu siap untuk diberangkatkan ke Jepang.
“Begitu menurut kerja sama dan informasi dari pihak PT KOBA, dan pengumumannya nanti akan disampaikan lewat lewat Grub WA,” jelasnya.
Untuk CPMI yang lulus tahap pertama , pihak dari PT KOBA akan menghubungi via email, WA, dan via telepon tanggal pembinaan dan pendidikan sampai pada level end lima.
Pengumuman ini akan ditindak lanjuti sampai dengan pelatihan kapasitas status end Lima,” ungkapnya.
Jadi, buat yang belum terakomodir, Bupati E2L memohon maaf dan nanti berusaha akan dibuka kembali program tersebut. Diingatkan juga program ini tidak dibebankan biaya kepada peserta.
“Diharapkan kepada peserta CPMI harus serius dan harus ada kesungguhan hati jangan hanya main-main,” harap E2L.
Lebih lanjut Bupati E2L menerangkan, kemungkinan program tersebut akan dibuka kembali untuk mengakomodir anak- anak muda Talaud yabg suka dan belum mendapatkan pekerjaaan.
” Di sini ada kesempatan yg dibuka oleh pemerintah Jepang, Talaud sekarang berada dalam zona hijau yg beresiko rendah untuk Covid 19, jadi pelatihan bisa dilakukan di sini atau via daring,” ujar dia.(tr-69)






