PKK Berbagi sasar penyapu jalan dan anak yatim piatu
METRO, Bitung- Ratusan penyapu jalan dan anak yatim piatu di Bitung memperoleh bantuan bahan pokok. Bantuan tersebut dalam bentuk paket yang terdiri dari beras, minyak goreng, mi instan, tepung terigu, susu dan gula.
Bantuan dimaksud diterima Selasa (19/04) kemarin. Sumbernya dari Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Bitung. Penyerahan paket bantuan tersebut dipimpin Rita Mantiri-Tangkudung selaku Ketua TP-PKK setempat.
Kegiatan penyerahan bantuan ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama di Tribun Upacara Kantor Walikota Bitung dengan penerima para penyapu jalan, tahap kedua di dua panti asuhan dengan sasaran anak yatim piatu. Dua panti asuhan yang dikunjungi adalah Mariah Al Qibtiah Muhamadiyah di Kelurahan Madidir Unet, dan Al-Muhtaden di Kelurahan Wangurer Barat.
Rita Mantiri-Tangkudung menyampaikan alasan penyerahan bantuan tersebut. Ia menerangkan hal dimaksud saat membawakan sambutan pada kegiatan di Tribun Upacara Kantor Walikota Bitung.
“Kegiatan pembagian bantuan ini dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-50 dan peringatan Hari Kartini ke-58. Kegiatan ini kita namakan PKK Berbagi, sesuai tema Hari Kesatuan Gerak PKK, yaitu Berbakti Untuk Bangsa, Berbagi Untuk Sesama,” terangnya.
Rita menyebut kegiatan seperti ini memang jadi salah satu prioritas TP-PKK Bitung. Selain karena pandemi Covid-19 yang belum berakhir, kegiatan berbau kepedulian sosial semacam ini juga termasuk dalam program kerja pihaknya.
“Karena dari tahun lalu kita sudah melaksanakan kegiatan seperti ini, lokasinya di GOR Manembo-nembo. Dan nantinya di kemudian hari kita juga akan terus melaksanakannya,” ucapnya.
First Lady Bitung ini lalu menjelaskan alasan memilih para penyapu jalan dan anak yatim piatu selaku penerima bantuan. Menurut dia, dua pihak dimaksud memang wajib mendapat perhatian karena keadaan mereka.
“Anak yatim piatu harus dibantu karena mereka hidup sebatang kara. Mereka terpaksa tinggal di panti asuhan karena sudah tidak punya orangtua. Begitu juga dengan para penyapu jalan. Mereka ini sangat berjasa dalam mewujudkan Bitung memperoleh penghargaan Adipura hingga belasan kali. Mereka pagi-pagi sudah di jalan membersihkan sampah, sementara kita masih enak-enak tidur, masih ngorok. Padahal mereka juga punya suami dan anak di rumah yang harus diperhatikan. Jadi dengan kondisi tersebut mereka memang pantas mendapat perhatian, pantas dibantu,” tuturnya.
Sebagaimana data dihimpun, penerima bantuan bahan pokok ini berjumlah 274 orang. Jumlah itu terdiri dari 163 petugas kebersihan alias penyapu jalan, dan 111 anak yatim piatu. Khusus untuk penyapu jalan, yang mendapatkan bantuan diprioritaskan kaum perempuan. Hal ini dikarenakan kegiatan dimaksud dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK dan peringatan Hari Kartini.
Sementara itu, ungkapan syukur diutarakan salah satu penyapu jalan yang menerima bantuan. Nurhana Ponengoh, nama penyapu jalan itu, mengaku senang dengan perhatian yang didapat.
“Sangat bersyukur masih banyak pihak yang peduli dan memberikan bantuan. Kami memang sangat butuh bantuan seperti ini untuk menghidupi keluarga. Sebab honor yang kami terima sebagai penyapu jalan lebih banyak digunakan untuk keperluan anak. Jadi bantuan ini memang sangat meringankan kami,” katanya.(69)