KORANMETRO.COM- PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) V Manado bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar edukasi finansial di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Rabu (3/6/2026) kemarin.
Kegiatan yang bertempat di Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi ini mengusung tajuk resmi: KICK OFF Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 “Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera menuju Indonesia Emas”.
Dalam sambutannya, Plt Dekan Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi, Dr. Ir. Ralfie Pinasang, mengungkapkan bahwa pemahaman literasi keuangan digital yang dibawa oleh para praktisi dan regulator merupakan bekal krusial agar mahasiswa tidak hanya unggul di bidang akademik. “Tetapi juga cerdas dan bijak dalam mengelola masa depan finansial mereka,” ujar Pinasang.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil V Manado, Maksum, menegaskan komitmen besar korporasi di balik pelaksanaan program ini.
“Kampus adalah inkubator masa depan bangsa. PT Pegadaian Kanwil V Manado berkomitmen penuh mendukung arah dan esensi dari kegiatan ini, yaitu mewujudkan generasi yang cerdas literasi keuangan digital,” ungkap Maksum.
Ia mengatakan, melalui sinergi di Universitas Sam Ratulangi, Pegadaian ingin mendampingi mahasiswa agar mampu mengelola keuangan dengan presisi. “Agar supaya mahasiswa hidup sejahtera dan siap menjadi motor penggerak menuju Indonesia Emas,” ujar Maksum.
Sementara itu, Deputy Operasional PT Pegadaian Kanwil V Manado, Andy Novriza, mengatakan tantangan finansial era digital saat ini sangat nyata. Godaan mengelola keuangan luar biasa luas melalui eksistensi financial digital.
“Mulai dari maraknya pinjaman online ilegal hingga judi online yang berisiko merusak masa depan jika tidak disikapi secara bijak,” tegas Andy.
Ia juga mengingatkan para mahasiswa Fakultas Peternakan untuk mewaspadai ancaman investasi bodong berkedok keuntungan instan maupun skema Ponzi.
“Di Pegadaian kita punya produk Tabungan Emas sebagai opsi investasi digital yang aman, terpercaya, dan dapat dimulai hanya dengan Rp10.00,” ungkap Andy.
Deputy Direktur OJK Sulut Gorontalo, Budiman P. Siahaan, mengungkapkan bahwa indeks literasi keuangan nasional tercatat di angka 66,46 persen sementara indeks inklusi atau aksesnya sudah berada di angka 80,51 persen.
Menurutnya, ada gap yang cukup lebar antara tingkat pemahaman dengan tingkat penggunaan akses produk keuangan.
“Jarak ini berbahaya karena banyak masyarakat menggunakan produk digital tanpa dibekali edukasi yang cukup, sehingga rentan mengalami kerugian finansial,” kata Budiman.
Budiman menjelaskan bahwa di bawah amanat UU Nomor 21 Tahun 2011 dan UU P2SK Nomor 4 Tahun 2023, OJK memegang mandat penuh dalam memberikan perlindungan konsumen dan masyarakat.
Melalui Gerakan Cerdas Keuangan dan pembentukan Duta Literasi Keuangan, OJK mendorong mahasiswa Fakultas Peternakan untuk menjadi garda terdepan dalam menyebarkan pemahaman finansial yang sehat di lingkungan keluarga dan sosial.(brs)






