Sulut Terdampak Siklon Tropis Pasifik dan Monsun Australia: Picu Angin Kencang Kering

KORANMETRO.COM- Fenomena angin kencang kering tengah melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut)

Dalam beberapa hari terakhir, angin terasa lebih kencang dan kering dari biasanya. Fenomena ini terjadi sepanjang hari dari pagi hingga malam.

Bacaan Lainnya

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas II Sulut, Muhammad Candra Buana, menjelaskan fenomena angin kencang di Sulut disebabkan adanya siklon tropis di Samudera Pasifik dekat Filipina, ditambah pergerakan Monsun Australia.

“Saat ini terpantau ada siklon tropis di Samudera Pasifik dekat Filipina, ditambah pergerakan Monsun Australia yang lagi aktif, jadi terasa angin yang lebih kencang kering dari biasanya,” ujar Candra, saat dihubungi, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan, kecepatan angin saat ini bisa mencapai 85 Knot atau 155 kilometer (Km)/jam. Dalam 24 jam kedepan diperkirakan akan berubah hingga 95 knot atau 175 km/jam.

“Statusnya sudah berubah dari bibit siklon 92 W menjadi siklon tropis Mekkhala saat ini masih kategori 3, dan dalam 24 jam kedepan akan berubah ke kategori 4,” ungkap Candra.

Katanya, warga Sulut terutama di wilayah pesisir dan kepulauan perlu mewaspadai kondisi ini.

“Perlu diwaspadai terkait tinggi gelombang kategori sedang antara 1.25 – 2.5 meter di Perairan Kepulauan Sangihe hingga Talaud,” kata Candra.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan