Beras dan Rokok Kretek Berkontribusi Paling Besar Terhadap Garis Kemiskinan di Sulut

Kepala BPS Sulut, Watekhi.

KORANMETRO.COM- Garis kemiskinan Sulawesi Utara (Sulut) naik 3,80 persen, dari Rp557.310 pada September 2025 menjadi Rp578.499 pada Maret 2026.

Komoditas makanan menjadi penyumbang terbesar terhadap garis kemiskinan dengan kontribusi 77,92 persen pada Maret 2026, jauh lebih besar dibandingkan komoditas bukan makanan yang hanya 22,08 persen.`

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara (BPS Sulut), Watekhi, menjelaskan garis kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan nonmakanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin.

“Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Pada Maret 2026, garis kemiskinan tercatat sebesar Rp578.499 per kapita per bulan,” ungkap Watekhi.

Ia menjelaskan, kontribusi komoditas makanan masih dominan, dengan sumbangan terhadap total garis kemiskinan mencapai 77,49 persen.

Watekhi bilang, komoditas utama yang berkontribusi terhadap garis kemiskinan, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan, relatif serupa. Beras tetap menjadi penyumbang terbesar, masing-masing sebesar 23,26 persen di perkotaan dan 27,09 persen di perdesaan.

“Rokok kretek filter menempati urutan kedua dengan kontribusi sebesar 11,89 persen di perkotaan dan 11,15 persen di perdesaan. Komoditas lainnya yakni tongkol, tuna, cakalang, kue basah, telur ayam ras, bawang merah,” ,” jelasnya.

Adapun komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap garis kemiskinan, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan adalah perumahan, bensin, dan listrik.

“Perumahan memberikan kontribusi tertinggi, diikuti bensin, listrik, dan pendidikan,” kata Watekhi.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan