KORANMETRO.COM- Persentase penduduk miskin Sulawesi Utara (Sulut) pada Maret 2026 mengalami penurunan dari September 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, persentase penduduk miskin Sulut pada Maret 2026 sebesar 6,32 persen, turun 0,30 persen poin terhadap September 2025.
Kepala BPS Sulut, Watekhi, mengungkapkan bahwa pada Maret 2026, jumlah penduduk miskin di Sulawesi Utara tercatat sebanyak 164,78 ribu orang.
“Dibandingkan September 2025, angka tersebut mengalami penurunan sebesar 0,30 persen poin, atau menurun 0,39 persen poin jika dibandingkan dengan Maret 2025,” jelasnya.
Ia mengatakan, angka kemiskinan Maret 2026 dipengaruhi oleh beberapa fenomena sosial ekonomi, antara lain konsumsi rumah tangga, tingkat pengangguran terbuka, dan inflasi.
Watekhi bilang, konsumsi rumah tangga Triwulan I-2026 menguat
dibandingkan Triwulan I-2025. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka turun dari 6,03 persen menjadi 5,75 persen.
“Sebagian besar komoditas mengalami inflasi. Inflasi Februari 2026 di Sulawesi Utara sebesar 4,64 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi Februari 2025 yang sebesar 2,35 persen,” ungkapnya.
Kata Watekhi, penyaluran bantuan sosial seperti PKH dan BPNT/Sembako pada Triwulan I 2026 turut membantu menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan miskin. “Sehingga berpotensi menahan peningkatan kemiskinan di tengah tekanan inflasi pada awal tahun 2026,” katanya.(ian)





