KORANMETRO.COM- Petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Sulawesi Utara, menemukan 2 kontainer berisi 30 ton bawang merah dalam kondisi busuk.
Komoditas ini didapati dalam kontainer di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Bitung, Rabu (23/9/2026).
Puluhan ton bawang merah asal Jakarta tersebut ditemukan dalam kondisi busuk, berjamur, dan bertunas.
Kepala Karantina Sulawesi Utara Agus Mugiyanto, mengatakan kerusakan diduga berkaitan dengan kondisi penyimpanan selama perjalanan.
“Kemungkinan ada gangguan pada sistem pendingin kontainer sehingga suhu dan kelembapan di dalamnya tidak optimal. Namun, penyebab pastinya masih kami telusuri,” ujar Agus, di Pelabuhan Bitung, Kamis (24/9/2026).
Kata Agus, kondisi bawang yang telah rusak dan ditumbuhi jamur menjadi perhatian petugas karena dinilai berpotensi membawa organisme pengganggu tumbuhan.
“Kondisi seperti ini harus menjadi perhatian karena komoditas yang telah mengalami kerusakan dan menunjukkan pertumbuhan jamur memiliki potensi membawa organisme pengganggu tumbuhan yang dapat mengancam kesehatan tanaman di daerah tujuan,” tuturnya.
Ia mengatakan, 30 ton bawang merah tersebut menjalani proses penolakan untuk dikembalikan ke daerah asal sesuai prosedur.
Agus bilang, selama proses pengembalian, komoditas tetap berada dalam pengawasan petugas dan tidak diperbolehkan beredar di Sulawesi Utara.
“Penolakan merupakan langkah pencegahan. Kami harus memastikan setiap media pembawa tumbuhan yang masuk Sulut memenuhi persyaratan karantina dan tidak berpotensi membawa atau menyebarkan organisme pengganggu tumbuhan,” tegasnya.(ian)






