Karantina Pastikan 106 Babi yang Dikirim Dari Manado ke Raja Ampat Sehat

KORANMETRO.COM- Sebanyak 106 ekor babi hidup dikirim dari Manado, Sulawesi Utara, menuju Raja Ampat, Papua Barat Daya, Sabtu (5/9/2026).

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Utara (Karantina) memastikan babi-babi tersebut sehat dan aman dikonsumsi.

Bacaan Lainnya

Kepala Karantina Sulut, Agus Mugiyanto, mengatakan pemeriksaan telah dilakukan sejak ternak masih berada di daerah asal.

“Selain pemeriksaan fisik, sampel diuji di laboratorium terakreditasi untuk memastikan babi yang akan dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan,” ujar Agus.

Ia mengungkapkan bahwa hasil uji laboratorium menyatakan babi-babi ini sehat. Negatif penyakit mulut dan kuku (PMK) dan African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.

Menurut Agus, pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan perpindahan ternak antardaerah tidak menjadi jalur penyebaran penyakit yang dapat mengancam populasi ternak di daerah tujuan.

Selain pemeriksaan kesehatan, kata Agus, Barantin bersama otoritas terkait di daerah asal dan tujuan melakukan analisis risiko terhadap rencana pengiriman 106 babi tersebut.

Katanya, analisis dilakukan untuk menilai potensi penyebaran penyakit selama proses pengiriman sekaligus menentukan langkah mitigasi yang diperlukan.

“Berdasarkan hasil rekomendasi analisa risiko, pengiriman babi hidup ini dinyatakan memiliki risiko yang terkendali sehingga secara regulasi diizinkan untuk masuk ke wilayah Raja Ampat,” kata Agus.

Dijelaskannya, sebagai bagian dari penerapan biosekuriti, petugas juga melakukan disinfeksi terhadap ternak dan kendaraan pengangkut. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kontaminasi selama proses pengangkutan.

“Setelah pemeriksaan kesehatan, pengujian laboratorium, analisis risiko, serta persyaratan lainnya dinyatakan terpenuhi, petugas menerbitkan dokumen karantina sebagai dasar ternak dapat dilalulintaskan menuju Raja Ampat,’ ujar Agus.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan