Kemarau El Nino, Jumlah Kebakaran di Kota Manado Meningkat Hingga 560 Kejadian

KORANMETRO.COM- Kombinasi musim kemarau dan fenomena El Nino, memicu peningkatan bencana kebakaran rumah, hutan dan lahan (Karhutla).

Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Manado, mencatat sejak awal tahun hingga bulan September 2026, telah terjadi sebanyak 560 kali kejadian kebakaran di wilayah Manado dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

“Total sampai pada tanggal 30 September 2026, mencapai 560 pemadaman yang kami lakukan. Ini meningkat tajam ya, biasanya hanya sekitat 100-an kejadian per tahun,” kata Kepala Dinas Damkar Kota Manado, Jimmy Rotinsulu, Rabu (30/9/2026).

Bencana kebakaran terdiri dari nonbangunan sebanyak 444, dan bangunan sebanyak 92 kejadian. “Kebakaran lahan dan alang-alang mendominasi,” ucap Jimmy.

Menurutnya, kebakaran lahan dan alang-alang mulai meningkat pada akhir bulan Juli, memasuki puncak musim kemarau dan El Nino.

“Mulai banyak itu di Agustus yang mencapai 182 kejadian. Sedangkan September 203 kejadian,” ungkapnya.

Kata Jimmy, selain faktor alam, kebakaran lahan dan alang-alang seringkali juga disebabkan faktor manusia.

Menurutnya, kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar banyak kali menjadi faktor utama penyebab Karhutla.

“Himbauan kami agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena sudah ada edaran dari Walikota terkait larangan membakar sampah dan lahan,” ucap Jimmy.

Ia menambahkan, sejauh ini proses penanganan kebakaran di TPA Sumompo menjadi yang terlama, mencapai 7 hari.

“TPA Sumompo yang terlama karena kita terkendala cuaca juga. Kemudian di Gunung Tumpa, di situ personil kita berjibaku sekitar 3 hari,” ujar Jimmy.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan