oleh

Yubileum 150 Tahun Gereja Katolik Keuskupan Manado Ditutup

Penutupan Yubelium 150 Tahun Gereja Katolik Keuskupan Manado.

METRO, Manado- Pada tanggal 14 September 1868, Pst. Johanes de Vries, SJ membabtis 24 orang di Kema dan ini menjadi awal bertumbuh kembalinya Gereja Katolik di Keuskupan Manado. Kini kejadian tersebut telah 150 tahun berlalu. Penutupan Yubelium 150 tahun Gereja Katolik Bertumbuh Kembali di Keuskupan Manado, dilaksanakan Minggu (02/09) di aula Mapalis kantor Gubernur Sulut sekitar pukul 16.00 Wita melalui perayaan Ekaristi.
Berbagai macam acara menarik lainnya digelar setelah selesai Misa. Panitia bahkan telah menyediakan berbagai macam door prize untuk diundi dan dibagikan kepada umat yang hadir. Keseluruhan door prize ini adalah sumbangan dari para donator yang berantusias turut serta memeriahkan pagelaran perayaan Yubileum ini.
“Semoga semua kemeriahan Prayaan Tahun Yubileum ini dapat lebih membangun rasa syukur umat terhadap pertumbuhan  iman di Keuskupan Manado pada umunya dan di Kevikepan Manado khususnya. Selamat merayakan Tahun Yubileum. Betapa mulia namaMu ya Tuhan di seluruh bumi ini,” tandas Ketua Panitia Pastor Frans Mandagi, Pr.
Sementara Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC mengajak umat mengucap syukur atas semakin bertumbuhnya Gereja Katolik di Keuskupan Manado dalam kurun waktu 150 tahun tersebut. Menurutnya pada tahun Yubelium 150 tahun ini, tema yang diangkat adalah: “Betapa Mulia Nama Mu, Ya Tuhan, Di Seluruh Bumi (Mzm 8:10) dan Sub Tema : “Dengan semnagat Yubilium 150 Tahun Gereja Katolik Keuskupan Manado, Berjalan Bersama Semua Orang Dalam Terang Yesus Kristus.”
Diketahui sebelumnya perayaan Yubileum 150 tahun di tingkat Kevikepan Manado, dibuka dengan prosesi Doa Rosario dan Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Bapa Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC sebagai selebran utama dan Uskup Emeritus Mgr. Yosep Suwatan MSC serta para Pastores di Kevikepan Manado selaku co-Selebran pada Senin 30 April 2018 lalu di Kawasan Megamas Manado. Acara yang dihadiri oleh Bapak Walikota Manado beserta jajaran Forpimda ini akan diikuti oleh sebanyak 10 Paroki-paroki yang ada di Kevikepan Manado, dengan jumlah umat yang diprediksi hadir sebanyak lebih dari 10,000 orang umat. Diawali dengan prosesi sekitar 100 orang para Putra Putri Altar yang ada di Kevikepan Manado, kemudian diikuti para Remaja Rasul Rosario yang merupakan para Remaja yang diutus oleh tiap-tiap Wilayah Rohani masing-masing dimana pada hari itu mereka secara khusus dilantik, diberkati dan diutus oleh Bapa Uskup dengan jumlah Remaja Rasul Rosario sekitar 600-an orang. Setelah rombongan para Remaja Rasul Rosario, kontingen umat per Paroki diatur sedemikian rupa untuk berarak dan berjalan seraya mendaraskan doa Rosario serta litani maupun lagu-lagu pujian kepada Bunda Maria yang adalah Bunda Yesus Kristus. Kontingen-kontingen umat yang berasal dari 10 Paroki yang ada di Kevikepan Manado. Para kontingan tiap Paroki ini membawa serta ‘Bunda Maria’ hidup dalam perarakan tersebut. Selesai Prosesi Bunda Maria Hidup, dilanjutkan Perayaan Ekaristi dengan Selebran Utama adalah Bapa Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC. Selesai perayaan Ekaristi, dilaksanakan berkat serta perutusan khusus kepada para Remaja Rasul Rosario.

Berbagai macam kegiatan dilaksanakan selama tahun Yubileum ini. Untuk di tingkat Kevikepan Manado antara lain menyelenggarakan Lomba Paduan Suara Dewasa Antar Paroki yang diselenggarakan pada tanggal 17 Juni 2018 di Aula Pemkot Manado, diikuti oleh 10 Paroki yang ada di Kevikepan Manado yang menghasilkan juara 1 dan 2 untuk menjadi wakil Kevikepan berlomba di tingkat Keuskupan pada tanggal 11 September 2018 yang akan datang. Selain itu Panitia di tingkat Kevikepan juga menyelenggarakan KRK (Kebangunan Rohani Katolik) dengan tema Mukjizat Pembebasan bekerja sama dengan BPK (Badan Pembaruan Karismatik) Keuskupan Manado mengundang tim pelayanan dari Elisabeth Ministry untuk memberikan pelayanan KRK kepada umat yang diselenggarakan di Graha Gubernuran Sulut, Komplek Bumi Beringin Manado pada hari Rabu 8 Agustus 2018. Untuk dapat menyentuh masyarakat lebih luas lagi, Panitia pada hari Sabtu 11 Agustus 2018 menyelenggarakan Lomba Paduan Suara Dewasa Campuran Antar Denominasi Gereja. Mengambil tempat di Atrium Mantos 3, acara ini diikuti oleh 7 kelompok Paduan Suara yang memperebutkan hadiah dengan total senilai 45 juta rupiah. Selain berbagai kegiatan yang diselenggarakan tersebut, Panitia juga mendukung program Pemerintah yakni berupa pemasangan Ornamen Manado Fiesta di tiap-tiap Paroki. Hal ini untuk menunjukkan kemitraan Gereja dan Pemerintah serta kecintaan umat kepada Kota Manado.

(Reymond Fransiaco)