oleh

Sebelum Gantung Diri, Korban Tulis Pesan Perpisahan

Pesan terakhir korban yang ditulis di secarik kertas (foto ist.)

METRO, Ratahan – Lelaki DR alias De, Warga Mundung Satu, Kecamatan Tombatu Timur, Minahasa Tenggara yang ditemukan tewas di tali gantungan, Jumat (14/09), sempat menuliskan pesan perpisahan melalui secarik kertas sebelum gantung diri.

Dalam tulisannya yang ditulis tangan, korban menulis, “DE NYANDA MARAH ADE ADE DE TIDAK TAHAN DENGAN PENYAKIT DALAM LEBE BAE DE MATI DI DODESO SETELAH ABIS JANGAN TANANG DI KUBUR TANANG DI KINTAL ESANDOM.”
Kapolsek Tombatu, Iptu Wensi Saerang mengatakan, dari keterangan sejumlah saksi, korban yang belum menikah, telah mengidap penyakit tukak lambung yang cukup lama.

“Dugaan kami, kematian korban, murni karena gantung diri,” ujar Saerang.

Sementara Maxi, saksi yang pertama kali menemukan korban mengaku, sebelum kejadian atau Kamis (13/09) sekitar pukul 19.00 wita, dirinya sempat melihat korban yang tidak lain adalah kakaknya, sedang duduk membuat api di tempat kejadian perkara atau TKP.

“Kita tanya kiapa bekeng api, dia (korban, red) bilang banyak nyamuk,” jelas Maxi.

Sekira pukul 21.00 wita, korban yang sejak Juni tinggal serumah dengan adiknya, terlihat masuk ke rumah melalui dapur untuk tidur.

“Jam 11 malam (23.00 wita), kita maso rumah untuk tidur, tapi kita so ndak tau apa yang dia bekeng. Kita kurang kage tu jam 5 pagi, dia so tagantong di tali,” lirih Maxi sembari mengaku, korban sering mengeluhkan sakit yang dideritanya.

Penulis: Ryan Sandag

Komentar