oleh

Adu Argumen Angouw-Felly Buktikan Gedung Cengkih tak Bisu

-Politik, Sulut-71 views

Felly Funtuwene dan Andrei Angouw

METRO, Manado– Aksi beradu argumen yang dilakukan Ketua DPRD Sulawesi Utara Andrei Angouw dengan Ketua Fraksi Restorasi Nurani untuk Keadilan Felly Runtuwene dalam rapat paripurna, Jumat (14/9/2018) sore kemarin malah menuai pujian.

Pengamat politik Taufiek Tumbelaka mengatakan bahwa keduanya membuktikan bahwa mereka sebenar-benarnya anggota parlemen yang seharusnya lantang bicara soal aturan ataupun hak-hak rakyat.

“Kata parlemen sendiri diambil dari bahasa Perancis Le Parle, atau dalam bahasa Inggris berarti To Speak, yang artinya berbicara. Mereka (Angouw dan Felly, red) sudah menjalankan perannya dengan berbicara seperti itu,” terang Tumbelaka, Sabtu (15/9/2018).

Menurut dia, lepas dari kepentingan dan permasalahan yang ada, aksi Angouw dan Felly tak hanya memecah keheningan yang biasanya menjadi suasana di DPRD.

“Biasanya rapat-rapat paripurna di DPRD Sulut itu hening. Padahal seharusnya ada suara-suara yang beradu pendapat, saling kritik dan lain sebagainya. Dengan aksi keduanya itu, ini menjadi tanda bahwa sebenarnya gedung rakyat kita ini punya suara,” tandas Tumbelaka.

“Dan itu bukan suara dari paduan suara yang kompak. Tapi suara yang berbeda-beda, dari berbagai kepentingan masyarakat yang berbeda,” tambah dia.

Tumbelaka juga menilai, dengan kejadian itu, baik Felly maupun Angouw layak menjadi anggota dewan karena kevokalan mereka.

“Pak Andrei mungkin tetap (memimpin) di DPRD Sulut, tapi saya menilai dengan argumen dan pendapat-pendapat kritis yang disampaikan ibu Felly, beliau pantaslah ke DPR RI. Karena setidaknya nanti, Sulut bisa punya suara di Senayan nanti,” terang alumnus Fisipol UGM Yogyakarta itu. 

Berbagai sorotan publik soal kinerja wakil rakyat kita terus diarahkan gedung DPRD Sulut. Selain senyap karena kurang gaung, suara rakyat juga kerap sumbang disampaikan oleh wakil rakyat karena berbagai kepentingan tertentu.

“Kita semua berharap, pada Pemilu 2019 nanti masyarakat tidak salah memilih wakilnya. Pilihlah yang punya dedikasi, loyal kepada rakyat dan aturan, serta mampu bersuara dan berjuang untuk kepentingan rakyat,” tutup Tumbelaka. 

Seperti diketahui, pada rapat paripurna penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap penjelasan gubernur soal APBD Perubahan 2018, Felly melakukan interupsi.

Ia mempertanyakan Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2018 yang sudah digunakan oleh Pimpinan DPRD tanpa Tata Tertib yang belum juga disahkan. 

Politisi Partai Nasdem itu juga protes karena harus memberikan pemandangan umum saat itu juga, sedangkan gubernur baru saja penyampaikan penjelasannya soal APBD-P 2018.

Angouw sendiri menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan PP 12 karena sudah diberlakukan, dan PP lebih tinggi dari  Tata Tertib. 

Penulis: Yinthze Lynvia Gunde

Komentar