oleh

GMKI Tondano Kecam Penyegelan Gereja Dan Prihatin Korban Bencana

Aksi Solidaritas GMKI Tondano

METRO, Tondano – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tondano menggelar aksi solidaritas, Senin (01/10/2018). Aksi dilakukan sebagai bentuk kecaman atas penyegalan Gereja di Jambi serta keprihatian terhadap bencana alam di Sulawesi Tengah.
“Negara melalui Pemerintah Kota Jambi seharusnya hadir untuk Menjamin Hak Setiap Warga memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, bukan malah melarang warganya beribadat bahkan melakukan penyegelan terhadap rumah ibadah. Ini jelas melanggar Pasal 28 E dan Pasal 29 UUD 1945,” tegas Ketua GMKI Tondano Dafid Mewengkang .
Oleh karena itu GMKI meminta Pemerintah Kota Jambi mencabut penyegelan Rumah ketiga gereja yakni GSJA, GMI, dan HKI. Selain itu kiranya Pemkot Jambi tidak tunduk kepada tekanan organisasi massa apabila tidak sesuai dengan konstitusi atau UUD 1945.
“Kiranya Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Agama harus menunjukkan bahwa Negara hadir melindungi hak-hak setiap warga negaranya dengan memperhatikan permasalahan rumah ibadah di seluruh Indonesia secara khusus Penyegelan Rumah Ibadah di Kota Jambi,” pungkasnya.
Selain itu, solidaritas dari seluruh umat beragama di Indonesia serta organisasi mahasiswa diajak untuk bersama-sama mendesak Pemerintah menjamin dan melindungi hak setiap warga negara sesuai dengan Konstitusi.
Dalam aksi itu juga disampaikan berbagai hal terkait keprihatinan GMKI atas bencana alam yang menimpa sejumlah wilayah di Sulteng.

Penulis: Marcelino

Komentar