oleh

Manado Kota Terkotor, Ini Tanggapan Pemkot

Wakil walikota Manado didampingi pejabat Pemkot

METRO, Manado – Penilaian Adipura yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI periode 2017-2018 menetapkan beberapa kota terkotor. Dan Kota Manado disebutkan termasuk sebagai salah satu kota terkotor kategori kota besar.

Terkait hal ini, Pemerintah Kota Manado memberi tanggapannya. Kepala DLH, Sonny Rompas mengatakan Kota Manado disebut sebagai salah satu kota terkotor berdasarkan penilaian Adipura. Dan keadaan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah menjadi salah satu penilaian.

“Untuk TPA ini diharuskan untuk pengelolaannya secara sanitary landfill. Sementara kita tidak bisa menerapkan sistem ini karena TPA di Sumompo sudah tidak mampu lagi menampung sampah yang ada sejak banjir bandang 2014,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yohanis Waworuntu menambahkan, secara umum Kota Manado bisa dibilang cukup bersih. Hanya saja TPA yang menjadi salah satu penilaian Adipura membuat Kota Manado sulit mendapat nilai yang baik.

“TPA mempunyai bobot nilai tertinggi di penilaian Adipura. Jadi kalau TPA menjadi salah satu yang dinilai, Manado sulit untuk mendapatkan Adipura. Tapi kalau bicara kebersiham secara menyeluruh, Kota Manado bisa dibilang bersih dibanding saat Kota Manado mendapat penghargaan Adipura beberapa tahun lalu,” imbuhnya.

Dia mengatakan sudah banyak program yang dilakukan Pemerintah Kota Manado untuk menjadikan lingkungan bersih. Diantaranya membongkar bak sampah yang ada di samping-samping jalan. Sebagai gantinya Pemkot menyediakan motor sampah untuk mengangkut sampah langsung dari rumah-rumah. Selain itu, untuk penanganan sampah di sungai, Pemkot telah memasang kubus apung di tiap muara sungai untuk mencegah sampah menuju ke laut, dan memudahkan petugas kebersihan mengangkut sampah di sungai.

Wakil walikota Manado, Mor Bastiaan juga turut memberi tanggapan.

“Sejak banjir bandang 2014 TPA di Sumompo sudah tidak mampu menampung sampah yang ada. Sedangkan sistem sanitary landfill adalah setiap ditaruh sampahnya ditutup dengan tanah. Dan lokasi di TPA kita sudah pasti tidak memungkinkan untuk hal tersebut. Makanya kita tidak dapat Adipura. Solusi ke depan Pemkot Manado sudah tanda tangan MOU dengan Pemerintah Provinsi untuk buat TPA regional. Jadi kami sekarang sedang menunggu lokasi yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi. Baru bisa sistem yang dimaksud (sanitary landfill) berjalan dengan baik. Saat ini kita hanya berusaha untuk mengurangi jumlah sampah yang ada dan menaruhnya di TPA Sumompo,” jelas Mor Bastiaan panjang lebar.

Wawali mengatakan, penilaian ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Manado untuk berupaya menjadikan Kota Manado lebih baik ke depan.

“Ini menjadi pelecut semangat kita untuk menjadikan Kota Manado bersih. Tapi usaha ini tentu perlu dukungan semua elemen masyarakat. Mari kita jaga pola hidup sehat dan belajar mengelola sampah dengan baik dan tidak membuangnya sembarangan,” tandas Wawali. (Rey)

Komentar