oleh

Puluhan Masih Terjebak, 11 Korban PETI Bakan Dirawat di RSUD Kotamobagu

-Info-74 views
Korban yang dirawat di RSUD Kotamobagu

METRO, Kotamobagu – Korban longsor di Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, terus berdatangan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu. Sampai pukul 11.00 wita, Rabu (27/02), jumlah penambang yang dirawat di RSUD Kotamobagu mencapai 11 orang dan 1 orang lainnya meninggal dunia. Para korban yang sedang dirawat mengalami luka berat dan ringan.

Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, jumlah penambang yang tertimbun reruntuhan material tambang sekitar 60 orang. Sementara 15 diantaranya sudah berhasil dievakuasi. Korban yang berhasil dievakuasi dibawa ke RSUD Kotamobagu dan beberapa Puskesmas di wilayah Bolmong.

Kejadian terjadi pada Selasa (26/02) sekitar pukul 19.00 wita.
Keterangan dari Kepala BPBD Bolmong Haris Dilapanga, saat itu puluhan warga sedang menambang emas di lokasi tersebut. Tiba-tiba tiang dan papan penyanggah lubang galian patah akibat kondisi tanah yang labil dan banyaknya lubang galian tambang.

“Diperkirakan sebanyak 60-an penambang tertimbun material longsoran tanah dan bebatuan di lokasi qreal tambang rakyat. Diduga masih terdapat puluhan korban terjebak di dalam reruntuhan lubang galian tambang,” kata Haris.

Lanjutnya, evakuasi masih terus dilakukan walaupun medan yang sulit. Diperkirakan masih banyak korban yang selamat dan masih terjebak dalam lobang tambang.

“Kami harus ekstra hati-hati untuk evakuasi karena banyak bebatuan yang berpotensi rawan longsor dan banyak terdapat retakan. Untuk jalur evakuasi via areal JRBM saat ini sedang diperbaiki alat berat untuk mempermudah tim SAR,” katanya.

Adapun 11 korban yang sedang dirawat di RSUD Kotamobagu yakni Harsono Mokoginta (20) asal Tudu Aog; 2. Pian Potabuga (42) asal Genggulang; 3. Sawaludin Mamonto (35) asal Mopusi; 4. Langko Aukanang (38) asal Tanoyan Selatan; 5. Topan Potabuga (41) asal Genggulang; 6. Sudarto Tulong (42) asal Mopusi; 7. Deni Mamonto (31) asal Genggulang; 8. Aras Sutio Nugroho (25) Modayag; 9. Mardianto Singgasari (32) Bilalang; 10. Hanang Mamonto (45) Mopusi; dan 11. Rusman Pobela asal Pangian. (Ral)

Komentar