oleh

“Opa, Kita Mo Mandi Ujang Neh”

Bupati saat turun mencari korban.(ist)

 

 

 

 

 

METRO, Ratahan – Hujan kerap dimanfaatkan anak-anak untuk bermain. Sebuah tradisi lama yang sering memunculkan rasa bahagia, namun juga bisa berujung petaka.
Ini pula yang dialami Keluarga Rondonuwu Rumbay. Warga Esandom Dua, Kecamatan Tombatu Timur harus merasakan kepedihan kehilangan nyawa Putri (6), anak mereka yang tewas terseret Air yang sedang meluap.

“Korban sebelumnya jatuh ke selokan pada Hari Sabtu (27/04/2019), dan baru ditemukan di Sungai Londolimbale pada hari Minggu (28/04) sudah dalam kondisi tak bernyawa,” ujar Kapolsek Tombatu, Iptu Wensi Saerang.

Kejadian ini, jelas membuat keluarga terpukul. Keceriaan yang diharapkan, hanya berlangsung sesaat. Petaka justru membuat mereka merasakan duka mendalam. “Opa, Kita mo mandi ujang neh? Cuma di muka rumah,” lirih Jemmy Rondonuwu, kakek korban mengutip kalimat terakhir yang diucapkan korban kepadanya sembari mengaku tak ada firasat buruk sebelumnya.

Selepas terseret air, warga dan pemerintah setempat bersama Tim Basarnas Amurang yang dipimpin Maryoto, serta BPBD Mitra, berupaya melakukan pencarian. Bahkan, Minggu (28/04) pagi, Bupati Mitra, James Sumendap SH dan Wakil Bupati, Drs Joke Legi, terlihat langsung turun ke lokasi guna melakukan pencarian.
Putri akhirnya ditemukan Franky, warga setempat sudah tak bernyawa dan dalam kondisi mengapung bersama batang kayu. Isak tangis keluarga pun tak terbendung, Bupati bahkan terlihat tak mampu menahan haru, ungkapan duka mendalam pun terucap dari bibirnya. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, saya menyampaikan rasa duka yang mendalam. Kejadian ini, jadi pelajaran untuk kita semua. Tidak ada yang pernah memikirkan dan menginginkan ini terjadi,” ungkap Sumendap.(ian)

Komentar