oleh

BP3TKI Manado Gelar Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan PMI di Tomohon

METRO, Manado- Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Manado, menggelar sosialisasi penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri di Kota Tomohon, tadi siang.

Dalam sambutannya, Kepala BP3TKI Manado, Hard Merentek mengungkapkan bahwa sosialisasi ini digelar agar supaya calon PMI dan perusahaan penempatan PMI di Tomohon lebih memahami dan mengetahui mekanisme yang benar tentang prosedur bekerja ke luar negeri.

“Saat ini kurang lebih 9 juta orang Indonesia sedang mengadu nasib di 150 negara, baik di sektor formal maupun informal, termasuk PMI dari Sulawesi Utara dan Tomohon di dalamnya,” ujar Hard.

Menurutnya, bekerja ke luar negeri adalah pilihan. Pemerintah tidak mendorong melakukan hal ini, karena pemerintah mampu menyiapkan lapangan kerja bagi warganya. “Yang menempatkan PMI adalah pihak swasta, pemerintah hanya melakukan kerjasama g to g ke dua negara yaitu Korea dan Jepang,” ungkapnya.

Dijelaskan Hard, PMI di negara penempatan merupakan duta bangsa. Kata dia, dahulu PMI dijadikan komoditi, tetapi sekarang PMI adalah aset negara yang dapat memberikan pemasukan bagi melalui remitansi yang dikirim. “Selain itu, PMI juga mampu mengadopsi ilmu pengetahuan dan teknologi yang didapat disana. Selain itu, PMI juga mampu menjadi agen. Saat selesai dia dapat mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh disana,” jelas Hard, sambil menambahkan bahwa lulusan SMK paling banyak mendominasi pasar kerja ke luar negeri.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tomohon, Jeane Bolang mengapresiasi pihak BP3TKI Manado atas dipilihnya Kota Tomohon sebagai ajang sosialisasi penempatan dan perlindungan PMI. “Atas nama Pemerintah Kota Tomohon, Walikota dan Wawali menyampaikam terima kasih kepada BP3TKI yang menggelar sosialisasi ini di Tomohon,” kata Jeane.

Dia berharap, perusahaan penempatan PMI lebih memperhatikan hal-hal yang disampaikan dalam sosialisasi ini, agar dalam proses perekrutan berjalan dengan baik. “Berdasarkan pengalaman, di Tomohon kami lebih selektif terhadap perusahaan yang akan melakukan perekrutan PMI. Kami tidak mau nantinya PMI dari Tomohon bermasalah saat bekerja,” tukas Jeane.(71)